»Home » Regional NTT » Humbalorata »
petrus piter
Pelayanan Air Bersih di Waikabubak (3)
* Butuh Manajemen Profesional
POS KUPANG/PETRUS PITER
Salah seorang pelanggan PDAM di Kampung Baru, Kota Waikabubak, sedang menunjukkan kran air yang tak pernah mengalirkan air selama setahun terakhir.
Jumat, 12 Maret 2010 | 18:38 WITA

Lembaga ini jangan hanya sekadar ada, bak perusahaan bonafit yang mentereng lengkap dengan  atribut kepengurusan perusahaan mulai dari direktur hingga penambal pipa bocor. Namun realita kinerja terus terpuruk tak menunjukkan perubahan perkembangan ke arah lebih baik. 

Kondisi ini  tentu kontras dengan beberapa daerah lain yang maju, seperti di Jawa dan Bali. Nyong W. Supusepa, salah seorang warga yang juga ketua RT di Kelurahan Kampung Sawah, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Kamis (25/2/2010), meminta pimpinan PDAM menjadikan daerah maju sebagai spirit bagi peningkatan kinerja PDAM daerah ini. Jangan membiarkan perusahaan yang dipimpinnya mati suri. Mengapa daerah lain bisa mengalirkan air sampai ke konsumen, sementara Sumba Barat tidak?

Memang benar mata air menjadi sumber utama penyuplai ke air PDAM terbatas. Hal itu tidak berarti tinggal diam atau acuh tak acuh terhadap keberlangsungan PDAM.

Coba bayangkan berapa jumlah warga Kota Waikabubak yang sampai saat ini masih menikmati layanan air PDAM. Mungkin saja tidak sampai ratusan orang bahkan mungkin hanya puluhan rumah. Di sinilah dibutukan kecerdikan dan manajemen profesional, kreativitas dan dukungan tenaga ahli memadai untuk membongkar dan menata kembali jaringan distribusi perpipaan yang tertanam dalam perut bumi Kota Waikabubak ini.

Seorang manajer harus kreatif dan memiliki kiat-kiat baru seperti berupaya mencari sumber-sumber mata air baru bagi penopang stok PDAM, dan berupaya mendatangkan tenaga ahli ke daerah ini untuk secara langsung menata jaringan perpipaan ini.

Hal ini tentu membutuhkan modal cukup besar. Tapi tak ada salahnya jika hal itu dikomunikasikan dengan pemda dan Dewan agar mengalokasikan anggaran untuk PDAM demi kepentingan lebih besar kesejahteraan rakyat. PDAM Sumbar tak perlu malu belajar dari daerah yang maju.

Bila semua ini berjalan, yakinlah rakyat kota ini  tak perlu lagi mengambil air di sumur sekitar kediaman yang tak steril. Pada musim kemarau tidak terlihat lagi rakyat berbondong-bondong ke Weekelo sawah menempuh jarak sejauh 9 km ke arah barat Sumba Barat Daya untuk mandi, cuci dan mengambil air minum hingga berkarung-karung memikul cucian. Rakyat tak perlu lagi berjemur di terik matahari, mencuci pakaian, mandi dan sebagainya.  Rakyat tak perlu lagi merogoh kocek membeli air tangki.

Rakyat cukup keluar rumah menuju halaman depan, kiri, kanan atau belakang rumah memutar kran air -- semua beres. Seketika melepas dahaga mendera selama ini saat melihat air muncrat di kran air yang terpasang di sekitar halaman rumah. Perasaan lega bercampur bahagia menyambut hari baru suatu kehidupan datang padanya.

Pada saat yang bersamaan bergumamlah warga, ini baru PDAM, ini baru namanya PDAM. Oh, apakah ini sebuah kenyataan atau masih awang-awang? Sejatinya konsumen sangat mengharapkan keseriusan manajemen PDAM mengelola dengan benar agar apa yang menjadi harapan masyarakat secara perlahan tetapi pasti dipenuhi. PDAM harus bekerja sama dengan pemerintah dan Dewan untuk menggandeng pihak swasta berinvestasi air minum di daerah ini, harus berani mendatangkan tenaga ahli profesional, mendatangkan manajer handal untuk memberikan wejangan mengenai pengelolaan sebuah perusahaan PDAM yang sukses.

Supusepa menyarankan bila hal ini mengalami kesulitan sebaiknya pemerintah menyekolahkan khusus putra/i ke daerah  atau perusahaan PDAM yang mumpuni agar kelak mengabdi bagi kemajuan PDAM di wilayah ini.

Sedang Marthen Ngailu Toni, salah seorang anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Barat, yang dimintai komentarnya belum lama ini mengatakan, sebagai wakil rakyat dia akan selalu memberi dukungan sepanjang hal itu berhubungan dengan kepentingan pelayanan masyarakat umum.

Dewan akan selalu memberikan dukungan moril dan anggaran sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan berlaku, mengingat PDAM merupakan sebuah perusahaan yang secara aturan mandiri secara modal dan teknis lainnya.

Meski demikian, diakui anggota DPRD dari Fraksi Golkar ini, bila hal itu dikoordinasikan dengan baik tentu pemerintah dan Dewan akan mencari solusi bersama mengatasi kondisi PDAM saat  ini.

Sementara di satu sisi perlu suatu pandangan bersama bahwa keberadaan PDAM sesungguhnya milik publik yang memiliki tugas dan fungsi luhur menyediakan layanan air minum bersih bagi warga kota ini patut mendapat perhatian serius segenap komponen. Sebenarnya rakyat daerah ini tak macam-macam menuntutnya cukup tersedia air minum bersih, penerangan listrik memadai, jaminan keamanan, kebutuhan pokok terjangkau dan sarana prasarana jalan memadai terasa cukup lengkaplah kenyamanan hidup rakyat. (habis)
 

Sent by: Ati

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 76 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Jumat, 3 Februari 2012 | 23:42 WITA
Jumat, 3 Februari 2012 | 10:15 WITA
Jumat, 20 Januari 2012 | 09:58 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 09:36 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 00:21 WITA