»Home » Kupang News » Kupang Watch »
benny jahang
Handicap Advokasi Program Kecacatan
POS KUPANG/ALFRED DAMA
Sekrearis Dinas PPO NTT, Drs. Klemens Meba (kedua dari kiri) dan Kepala Bidang PK-PLK Dinas PPO NTT, Drs. Valentinus Balu bersama pejabat di Dinas PPO pose dengan sepeda motor yang berhasil diperbaiki oleh anak-anak cacat di SLB Negeri Kupang, Rabu (4/11/2009) malam.
Jumat, 12 Maret 2010 | 10:37 WITA

Pimpinan Handicap Internasional, Merrie Piere, mengatakan hal ini saat bertemu dengan pengurus Forum Komunikasi Keluarga dengan Penyandang Cacat Anak (FK-KDPCA) Propinsi NTT di aula Dinas Sosial NTT, Rabu (10/3/2010) petang.

Merrie Piere didampingi pimpinan Handicap Internasional Indonesia, Catheine Gillet dan Belly Lesmana sebagai project manager Disability Rights yang berpusat di Yogyakarta. Selain itu, Koordinator Handicap Internasional NTT, Yohanes M Z Bela.

Handicap Internasional merupakan lembaga nirlaba yang mengembangkan program Disability Rights. Aktivitas program ini lebih pada penguatan kapasitas organisasi penyandang cacat. 

Marrie Pierre menegaskan, masalah kecacatan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan semata-mata, namun peran orangtua sebagai pendamping anak dalam keluarga memiliki peran penting dalam upaya pengembangan diri anak yang memiliki kecacatan.

"Peran pemerintah juga memiliki tanggung jawab terhadap  masalah kecacatan dengan melakukan pelatihan teknis kecacatan bagi orangtua penyandang cacat. Dengan demikian akan ada kesamaan perlakuan antara anak cacat dengan anak yang normal di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat umum," ujar Marrie Pierre.

Pimpinan Handicap Internasional Indonesia, Catherine Gillet menambahkan, perlu pelatihan terhadap orangtua penyandang cacat, sehingga bisa memudahkan orangtua dalam membimbing anaknya yang mengalami kecacatan.

Koordinator Handicap Internasional NTT, Yohanes M Z Bela menjelaskan, kedatangan pimpinan Handicap Internasional untuk mendapatkan gambaran umum tentang wilayah NTT, serta gambaran isu-isu khusus tentang penanggulangan risiko bencana dengan mengutamakan isu penyandang cacat di NTT.

"Dengan kunjungan ini diharapkan adanya pemahaman tentang isu-isu khusus seperti penyandang cacat di NTT," kata Bela. Selama berada di NTT, tim Handicap Internasional melakukan kunjungan ke TTS,  dan melakukan pertemuan dengan pengurus organisasi kecacatan di NTT. (ben)



 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 98 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Tgl 22 Maret 2010 Di Mataram kedatangan tamu ibu Catrine dan Bapak Gillet dalam rangka survei sekolah inklusif di NTB beliau ingin membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang disekolahkan di sekolah inklusif kebetulan saya sebagai Specialis teacher berkunjung sama beliu melihat langsung keberadaan sekolah inklusi di mataram beliau merasa tertarik untuk membantu anak-anak yang berkelainan dan masih bertaraf ajuan proposal semoga kerja sama yang baik hidup HI Selamat kenal dengan tim HI

Komentar Oleh: Abas | Kamis, 25 Maret 2010 | 08:12 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 10:29 WITA
Rabu, 1 Februari 2012 | 23:41 WITA
Selasa, 31 Januari 2012 | 10:06 WITA
Rabu, 25 Januari 2012 | 19:46 WITA
Rabu, 25 Januari 2012 | 19:42 WITA