Pimpinan Handicap Internasional, Merrie Piere, mengatakan hal ini saat bertemu dengan pengurus Forum Komunikasi Keluarga dengan Penyandang Cacat Anak (FK-KDPCA) Propinsi NTT di aula Dinas Sosial NTT, Rabu (10/3/2010) petang.
Merrie Piere didampingi pimpinan Handicap Internasional Indonesia, Catheine Gillet dan Belly Lesmana sebagai project manager Disability Rights yang berpusat di Yogyakarta. Selain itu, Koordinator Handicap Internasional NTT, Yohanes M Z Bela.
Handicap Internasional merupakan lembaga nirlaba yang mengembangkan program Disability Rights. Aktivitas program ini lebih pada penguatan kapasitas organisasi penyandang cacat.
Marrie Pierre menegaskan, masalah kecacatan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan semata-mata, namun peran orangtua sebagai pendamping anak dalam keluarga memiliki peran penting dalam upaya pengembangan diri anak yang memiliki kecacatan.
"Peran pemerintah juga memiliki tanggung jawab terhadap masalah kecacatan dengan melakukan pelatihan teknis kecacatan bagi orangtua penyandang cacat. Dengan demikian akan ada kesamaan perlakuan antara anak cacat dengan anak yang normal di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat umum," ujar Marrie Pierre.
Pimpinan Handicap Internasional Indonesia, Catherine Gillet menambahkan, perlu pelatihan terhadap orangtua penyandang cacat, sehingga bisa memudahkan orangtua dalam membimbing anaknya yang mengalami kecacatan.
Koordinator Handicap Internasional NTT, Yohanes M Z Bela menjelaskan, kedatangan pimpinan Handicap Internasional untuk mendapatkan gambaran umum tentang wilayah NTT, serta gambaran isu-isu khusus tentang penanggulangan risiko bencana dengan mengutamakan isu penyandang cacat di NTT.
"Dengan kunjungan ini diharapkan adanya pemahaman tentang isu-isu khusus seperti penyandang cacat di NTT," kata Bela. Selama berada di NTT, tim Handicap Internasional melakukan kunjungan ke TTS, dan melakukan pertemuan dengan pengurus organisasi kecacatan di NTT. (ben)
Tgl 22 Maret 2010 Di Mataram kedatangan tamu ibu Catrine dan Bapak Gillet dalam rangka survei sekolah inklusif di NTB beliau ingin membantu anak-anak berkebutuhan khusus yang disekolahkan di sekolah inklusif kebetulan saya sebagai Specialis teacher berkunjung sama beliu melihat langsung keberadaan sekolah inklusi di mataram beliau merasa tertarik untuk membantu anak-anak yang berkelainan dan masih bertaraf ajuan proposal semoga kerja sama yang baik hidup HI Selamat kenal dengan tim HI