»Home » Kupang News » Kupang Plus »
hermina pello
Kupang Tanpa Tempat Bermain Anak
DANIEL HUREK
Jumat, 12 Maret 2010 | 10:26 WITA

"Ruang terbuka untuk anak itu menjadi masalah di Kota Kupang. Kota Kupang tidak memiliki tempat bermain untuk anak, sementara di satu pihak, luas Kota Kupang tidak mungkin ditambah. Sehingga kalau ada di kelurahan, misalnya di Alak, Manutapen, Naioni, Fatukoa, Belo, Sikumana dan kelurahan lainnya yang memiliki tempat yang bisa dibebaskan untuk tempat bermain anak maka bisa sampaikan di pemerintah akan membebaskannya," kata Wakil Walikota Kupang, Drs. Daniel Hurek, saat membuka workshop bertajuk Peran Anak dalam Pembangunan, di Aula Sasando Lantai 3 kantor walikota, Kamis (11/3/2010).

Hurek mencontohkan, kelurahan yang tidak memiliki tempat yang terbuka untuk tempat bermain, yaitu Merdeka, Naikoten, Fontein, Oetete dan kelurahan lainnya.

"Di Merdeka itu hanya ada bangunan dan tembok. Akibatnya pagar-pagar dan tembok menjadi sasaran," ujarnya.

Menurut Hurek, kalau tidak ada halangan maka tanah di depan kantor keuangan akan dibangun taman oleh pemerintah propinsi. Sedangkan pemkot akan membangun di samping SPBU di Pasir Panjang, depan Restoran Teluk Kupang. Serta membuat jalan di sebelah restoran dan hotel yang berada di pinggir pantai sehingga bisa diakses oleh masyarakat sebagai tempat rekreasi.

Hurek mengatakan, ada beberapa hal sudah mendukung Kota Kupang sebagai kota layak anak (KLA), misalnya dari sisi pertolongan untuk kelahiran.

Berdasarkan data statistik, pertolongan yang dilakukan oleh dokter, bidan, paramedis dan dukun terlatih mencapai 94,60 persen. Dari segi imunisasi sudah mencapai 98,19 persen, dari segi pemberian ASI hingga usia dua tahun 24,38 persen dan hingga usia enam bulan 6,4 persen.

Sementara dari gizi buruk, Kota Kupang memiliki jumlah balita sekitar 22 ribu lebih balita, yang mengalami gizi buruk sebanyak 96 balita atau sekitar 0,03  persen. Jumlah anak yang bersekolah mulai dari PAUD hingga SLTA di Kota Kupang mencapai 92.036 anak.

Hurek mengatakan, secara nasional maupun lokal, belum memberikan perhatian yang serius kepada anak-anak untuk terlibat secara langsung  maupun tidak langsung dalam pelaksanaan pembangunan. Tetapi satu hal yang harus diingat adalah porsi anak untuk dilayani bukan untuk melayani sehingga harus memberikan ruang kepada anak untuk bertumbuh dan berkembang. "Peran anak dalam pembangunan adalah memberikan ruang kepada anak untuk bertumbuh dan berkembang," tegas Hurek.

Ketua Panitia Pelaksana, Maria Fatima Hadjon mengatakan, salah satu tujuan kegiatan tersebut adalah mendorong kebersamaan dalam upaya meningkatkan kapasitas anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan, mendorong forum anak Kota Kupang untuk dapat meningkatkan perannya. (ira)

 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 47 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 11:08 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 11:03 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 11:00 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 09:57 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 09:30 WITA