"Sebelum dibagikan, harus ada sosialisasi dengan para pedagang lebih dulu. Jika dicapai kesepakatan baru akan dilakukan pembagian kereta. Kereta tersebut dilengkapi dengan payung," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang, John Hermanus, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/3/2010).
Menurut Hermanus, rencananya para pedagang akan ditempatkan di jalan gang kecil sehingga mereka tidak berjualan di atas trotoar lagi karena hal itu mengganggu.
"Urus PKL itu butuh waktu. Setidaknya kami membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua bulan untuk sosialisasi sampai mencapai kata sepakat dengan PKL," jelasnya sambil menambahkan, PKL harus ditempatkan di tempat yang mudah dijangkau.
Secara terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Mat Atasoge mengatakan, para pedagang akan ditempatkan di Pantai Teddys dan juga lorong di samping Toko Wijaya atau Jalan Udayana. "PKL yang berjualan asesoris dan makanan yang mendukung pariwisata akan berjualan di Pantai Teddys. Sedangkan pedagang yang berjualan pisau, parang, tembakau akan ditempatkan di Jalan Udayana," kata Atasoge.
Dia memperkirakan, jika menggunakan kereta maka jumlah PKL yang bisa berjualan di Pantai Teddys mencapai 70-80 PKL saja. Atasoge mengatakan, jumlah PKL di Jalan Siliwangi cukup banyak. Berdasarkan pendataan terakhir jumlahnya mencapai 197 orang, sedangkan sebelumnya pada tahun 2008 dilakukan pendataan jumlahnya sebanyak 232 PKL.
Kereta tersebut ada yang dibuat sejak tahun 2008 dan ada juga yang dibuat pada tahun 2009. Panjang kereta 150 cm, lebar 70 cm dan tinggi 75 cm. (ira)