Rektor Undana Kupang, Prof. Ir. Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D, menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan UN Tahun 2009/2010 dengan Kadis PPO Kabupaten/Kota se-NTT di lantai II Ruang Rapat Rektor Undana, Selasa (9/3/2010). Hadir pada kesempatan itu, Ketua Panitia UN Tahun 2010, Drs. Wayan Sumerta.
Umbu Datta mengatakan, perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah akan sangat membantu proses belajar mengajar dan menciptakan siswa yang lulus dengan nilai mencapai standar yang ditentukan.
Menurutnya, peran perguruan tinggi dalam penyelenggaraan UN di NTT masih sangat penting. UN masih perlu dilaksanakan meskipun dalam pandangan banyak orang, UN sudah mubazir dan menghabiskan banyak biaya, tenaga dan pikiran.
Ia mengatakan, berbagai pihak yang berkomentar untuk menggantikan UN harus juga memberikan solusi. Namun, sampai saat ini ternyata belum ada yang memberikan solusi.
Menurut Umbu Datta, perguruan tinggi terlibat dalam penyelenggaraan UN karena dinilai independen dalam mengawasi UN. Salah satu wujud keterlibatan perguruan tinggi adalah bergabung dalam Tim Pemantau Independen (TPI).
Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya peran TPI sangat terbatas karena tidak bisa memantau dan melakukan pengawasan sampai di dalam ruang kelas, tetapi tahun ini TPI bisa memantau sampai di dalam ruang kelas. Tahun ini jumlah TPI dari Undana sebanyak 265 orang.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi sebenarnya tidak perlu kalau sekolah tertib menyelenggarakan UN, tertib mendistribusikan nasakah UN sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dan sebagainya.
Untuk itu, katanya, semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan UN agar membantu sekolah di wilayahnya masing-masing sehingga pelaksanaan UN bisa berjalan dengan baik. (nia)
UN Mengukur Kualitas Sarana Pembalajaran
SEBELUMNYA sebanyak 163 dosen anggota Tim Pemantau Independen Undana mengikuti pembekalan sejak Sabtu hingga Senin (6-8/3/2010) di Aula Utama Undana. Para anggota TPI ini akan mengawasi pelaksanaan UN di 235 sekolah penyelenggara UN di NTT.
Pembangian daerah tugas TPI ini adalah para dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Undana akan mengawasi pelaksanaan UN di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten Manggarai, Timor Tengah Selatan, Ngada, Nagekeo dan Ende.
Dosen Fakulta Peternakan ditempatkan di Kota Kupang, Manggarai, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya, Dosen Fakultas Hukum bertugas di Kabupaten Kupang, Manggarai dan Rote Ndao dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik akan bertugas di Kabupaten Sabu-Raijua, TTS, Alor dan Sikka.
Rektor Undana, Prof.Ir.Frans Umbu Datta, M.App, Sc, Ph.D menjelaskan UN sangat penting untuk mengukur kualitas pendidikan di setiap daerah. UN juga untuk sementara masih menjadi indikator mengikur pendidikan nasinal.
Ia mencontohkan, dengan UN bisa diketahui tingkat kualitas pendidikan antara daerah satu dengan daerah lainnya. "Misalnya 40 peserta UN SMAN I Kupang dan 40 peserta UN SMAN Ayotupas-TTS, bila dalam UN ini SMAN 1 Kupang lulus 100 persen dan SMAN Ayotupas juga lulus 100 persen maka kualitas pembelajaran di dua sekolah ini sama.
Sebaliknya, bila 100 persen di SMAN 1 Kupang dan hanya lima orang di SMAN Ayotupas yang lulus maka hanya lima orang di SMAN Ayotupas yang sama dengan 40 orang SMAN 1 Kupang," jelasnya.
Dijelaskan, UN juga penting untuk perencanaan pembangunan pendidikan. Hasil UN bisa menjadi acuan pemerintah untuk meningkatkan pendidikan di daerah-daerah yang masih minim. "Kalau semua sekolah sudah 100 persen maka tidak perlu ada lagi pembangunan pendidikan, kan semua sudah baik. Jadi UN masih relevan," jelasnya. (alf)