"Armabar (Armada bagian barat) dan Intelijen TNI telah melakukan penyisiran. Dan dari situ sejauh ini belum ada indikasi terorisme di Selat Malaka," katanya, di silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Kamis (11/3).
Meski demikian, dirinya mengaku kemungkinan akan adanya kegiatan terorisme seperti yang diperingatkan Singapura mungkin saja terjadi.
Sementara itu terkait kemungkinan turunnya kekuatan TNI dalam aksi pencegahan, pengamanan, dan penindakan terhadap kegiatan terorisme di Aceh, dirinya mengaku itu juga mungkin saja dilakukan.
"Selalu ada kemungkinan dalam status tertib sipil. Tapi dalam tatanan negara yang menganut demokrasi seperti di Indonesia, itu menjadi tanggungjawab Polri. Tapi kalau ada keputusan politik bahwa keadaan menjadi darurat maka kendali bisa di tangan TNI," tandasnya. (Persda Network/Roy)