Kita memaklumi dalam dunia usaha apa pun jenisnya, persaingan bisnis tidak bisa dihindari. Apalagi pada era pasar bebas sekarang ini, tidak ada lagi proteksi dalam dunia usaha. Siapa saja boleh membuka usaha selama ada peluang untuk meraih keuntungan. Juga untuk menekan angka pengangguran.
Dengan kata lain, jika ada potensi usaha yang punya prospek menjanjikan, maka pengusaha bidang apa saja tentu berlomba- lomba berinvestasi di suatu daerah. Soal adanya persaingan, itu hal biasa dalam bisnis. Yang penting persaingan itu masih dalam batas yang wajar dan tidak melanggar ketentuan yang berlaku.
Persaingan ini juga menggugah pebisnis lainnya dalam usaha yang sama, misalnya, bisnis perhotelan dan restoran untuk meningkatkan pelayanan kepada pemakai jasa. Meningkatkan pelayanan di sini lebih ditekankan pada penyediaan fasilitas sesuai standar perhotelan dan restoran. Ini perlu dilakukan agar menarik minat masyarakat pemakai jasa.
Demikian halnya bisnis perhotelan dan restoran di Maumere dan kota lainnya di NTT. Kehadiran hotel dan restoran menunjukkan bahwa bisnis di sektor jasa penginapan di daerah itu cukup menjanjikan. Bisnis ini juga tentu sangat erat kaitannya dengan pembangunan bidang pariwisata dan investasi di sektor usaha lainnya. Ini juga mengindikasikan bahwa perekonomian di daerah itu berkembang cukup bagus.
Agar usaha perhotelan dan restoran diminati pemakai jasa, baik tamu-tamu pemerintah dan swasta maupun wisatawan, maka pengelolaan hotel dan restoran harus profesional. Tidak bisa kita mengelola hotel apa adanya. Sebagai penyedia jasa penginapan, makan dan minum bagi masyarakat pemakai jasa, termasuk para wisatawan domestik dan asing, manajemen hotel hendaknya memberikan pelayanan yang memuaskan. Ini berarti manajemen harus mengedepankan prinsip dasar pengelolaan hotel dan restoran, yakni menyediakan fasilitas hotel yang memadai sesuai standar, keramahan pengelola khususnya para pelayan hotel, kenyamaan dan kebersihan hotel. Jika manajemen mengabaikan unsur-unsur tersebut, maka jangan heran jika pemakai jasa lebih memilih menginap di hotel yang menyediakan fasilitas yang memadai dengan tarif terjangkau.
Beberapa aspek tersebut hendaknya menjadi perhatian para pengelola hotel dan restoran di Maumere. Juga pengelola hotel dan restoran di kota lainnya di NTT. Hal ini kita soroti karena cukup banyak hotel dan restoran di NTT yang dikelola apa adanya. Kurang memperhatikan aspek kebersihan, kenyamanan dan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Tetapi, apa yang dikeluhkan oleh para pengelola hotel dan restoran di Maumere dalam diskusi Forum Pemberdayaan Pariwisata Kabupaten Sikka, Selasa lalu tentang regulasi tarif hotel bintang dan hotel melati yang belum diterapkan secara benar, perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka.
Pemkab Sikka melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka harus menegakkan aturan, khususnya soal tarif bisnis perhotelan dan restoran di daerah itu. Aturan yang perlu segera diterapkan pemerintah daerah, yaitu tarif dasar hotel bintang dan hotel melati. Sebab, menurut para pengelola hotel dan restoran di Maumere, regulasi itu belum diberlakukan oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka.
Selain Dinas Pariwisata, badan pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sikka juga perlu turun tangan menyelesaikan masalah yang dikeluhkan pengelola hotel di kota itu. Dua lembaga ini perlu duduk bersama untuk membahas persoalan yang dihadapi para pengusaha bidang perhotelan dan restoran di daerah itu. Tidak hanya soal tarif, tetapi berbagai persoalan yang dihadapi pengelola hotel dan restoran.
Juga fasilitas dan sumber daya manusia (SDM) pelayan hotel dan restoran perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan PHRI setempat. Karena baik buruknya pelayanan hotel dan restoran di daerah itu akan berdampak pada sektor lainnya, seperti sektor pariwisata. Wisatawan tentu tidak akan berlama-lama menikmati berbagai obyek wisata di daerah itu jika fasilitas hotel dan restoran sebagai bagian dari industri pariwisata, tidak memadai.
Di sinilah peran pemerintah daerah dan PHRI untuk selalu memberi perhatian kepada para pengelola hotel dan restoran. Dengan memberi perhatian kepada para pengelola hotel dan restoran, maka pemerintah daerah dan PHRI punya alasan untuk mengingatkan mereka agar mengelola hotel dan restoran secara profesional. *