»Home » PK Minggu » Bumi Kita »
Alfred Dama
Gula Air, Alternatif Pengganti Pangan di Sabu
POS KUPANG/AGUS SAPE
Lahan di Pulau Sabu didominasi padang rumput. Tanah yang gersang serta curah hujan yang menim menjadi kendala bagi pengembangan pertanian di wilayah ini.
Minggu, 7 Maret 2010 | 23:12 WITA


Intensitas hujan di wilayah kabupaten yang baru berdiri tahun 2009 lalu ini sangat minim. Sejak awal musim hujan di NTT akhir tahun 2009 lalu, wilayah ini hanya terjadi beberapa kali hujan. Akibanya, banyak tanaman pertanian yang gagal tanam.

Keadaan iklim di Pulau Sabu dipengaruhi letaknya yang berdekatan dengan benua Australia. Tak heran, pulau ini mempunyai ciri-ciri khas dengan musim kemarau yang panjang dan dengan curah hujan rendah.

Dalam setahun hanya 14-69 hari hujan. Sejauh mata memandang hanya tampak bukit-bukit kapur yang kurang subur dengan beberapa puncak perbukitan yang menjulang. 

Kabupaten yang berdiri berdasarkan UU Nomor 52 Tahun 2008 tanggal 26 November 2008 ini memiliki luas wilayah 460,54 km persegi dengan jumlah penduduk sekitar 76 ribu orang. 


Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, M.Si, yang ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) NTT, Rabu (3/3/2010), mengatakan, curah hujan di Sabu yang minim semakin parah tahun ini. Ini tentu akan berdampak serius pada ketersediaan pangan di wilayah itu. Padahal, sebagian besar penduduk Sabu Raijua adalah petani, termasuk penada nira lontar dan pembuat gula air.

Meski begitu, pulau ini terkenal sebagai penghasil gula air (gula sabu). Hampir sebagian besar produksi gula air dari Sabu ini dipasarkan ke luar daerah.

"Setiap kapal feri masuk ke Sabu, selalu membawa ke luar begitu banyak gula air. Gula ini biasanya dijual ke Waingapu- Sumba Timur," jelasnya. Padahal gula sabu termasuk stok pangan untuk masyarakat Sabu.

Menurut Uly, masyarakat Sabu tidak perlu tergesa-gesa menjual gula ini ke luar daerah. Gula yang ada sebaiknya disimpan untuk persediaan pada masa-masa sulit nanti. "Tahun ini pasti kita mengalami kesulitan. Kita punya potensi gula air, ini yang harus kita simpan," jelasnya.

Gula air ini bisa disimpan dan dijual pada saat-saat sulit. Uly menganjurkan agar gula air  disimpan dan kemudian dibarter dengan kebutuhan pangan seperti beras. "Saya pikir  mungkin lebih baik ditukar dengan beras, kalau simpam uang ini kan bisa saja digunakan untuk hal-hal lain seperti judi. Sementara kita sedang butuh makanan," jelasnya.


Menghadapi ancaman kekurangan pangan tahun ini, masyarakat Sabu Raijua juga diharapkan mulai berhemat. Mulai menyediakan pangan saat ini, agar pada masa paceklik nanti masyarakat suda siap menghadapinya. (alf)


Makanan Minuman Andalan

GULA sabu merupakan panganan khas Pulau Sabu yang sangat unik dan bermanfaat. Sepintas, gula sabu berbentuk cairan yang sangat kental dan lengkel berwarha coklat kehitaman. 
Jenis makanan ini dibuat dari bahan dasar yang disadap dari pohon lontar. Di daerah lain, gula jenis ini juga bisa dibuat dari bahan yang disadap dari pohon enau atau kelapa.

Gula sabu merupakan hasil olahan pertanian mayoritas penduduk Pulau Sabu dan Raijua. Hal ini tidaklah aneh karena pohon tuak sebagai sumber nira (bahan baku pembuatan gula sabu) terdapat hampir di setiap walayah Pulau Sabu dan Raijua.
Gula sabu bahasa sabunya 'Donahu' kalau lengkapnya 'Donahu Hawu'. 

Bagi orang Sabu, gula sabu adalah pangan utama selain beras dan jagung yang melengkapi keseharian mereka di tengah kondisi geografis Pulau Sabu yang rawan kekeringan. Jika terjadi gagal panen pada tanaman palawija dan stok makanan menipis, maka gula sabu juga dipakai sebagai panganan untuk tetap bertahan.

Cara menikmati gula sabu adalah hanya disendok pada tempat yang terdapat gula lalu dimakan. Cara lainnya adalah gula yang ada diseduh ke dalam air, kemudian diminum seperti teh atau kopi.

Gula sabu diyakini memiliki kalori yang cukup, sebab meneguk beberapa sendok gila air ini maka akan terasa kenyang.
Di kalangan masyarakat Kupang-NTT, gula sabu atau gula air ini juga sering dijadikan minuman terapi untuk menyembuhkan penyakit mag.  Dan, gula sabu juga bisa dijadikan bahan campuran untuk jenis panganan lainnya. (orangsabu.blogspot.com)
 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 136 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 1 Februari 2012 | 10:52 WITA
Senin, 16 Januari 2012 | 18:52 WITA
Selasa, 20 Desember 2011 | 19:12 WITA
Senin, 12 Desember 2011 | 10:53 WITA
Senin, 5 Desember 2011 | 09:35 WITA