»Home » PK Minggu » Keluarga »
Apolonia Dhiu
Simon Siga dan Magdalena Bunga, Didik Anak Hidup Sederhana
Foto ist
SIMON SIGA dan MAGDALENA BUNGA bersama anak-anak
Minggu, 7 Maret 2010 | 22:56 WITA

 



Meski hanya sebagai petugas cleaning service (tukang sapu dan pesuruh) di Kampus Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Simon Siga terus mendorong anak-anaknya untuk sukses dalam pendidikan untuk mencapai cita-cita.  Tak sia-sia  Simon mematok tekadnya. Beberapa anaknya sudah bisa mandiri.

Pasangan ini memiliki tiga anak, yakni Moditus Siga, kelahiran tahun 1975. Moditus pernah mengenyam pendidikan di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, namun akhirnya keluar dan mengikuti kursus komputer. Saat ini sudah bekerja sebagai karyawan di Ramayana.

Putri keduanya, Maria Sengo Siga, kelahiran tahun 1985. Maria menamatkan pendidikan di Jurusan Studi Pembangunan- Fakultas Ekonomi Unwira-Kupang dan  saat ini staf di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Propinsi NTT.

Anak ketiga, Emiliani Siga, lahir di Kupang, Maret 1988, terpaksa harus mengikuti program Paket C saat ini karena memiliki riwayat penyakit yang tak kunjung sembuh.

Kepada Pos Kupang di Kampus Unwira, Rabu (3/3/2010), pria yang lahir di Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, tahun 1951  ini mengatakan, walaupun dirinya tidak berpendidikan dan hanya sebagai tukang sapu di Unwira Kupang, tetapi ia tidak ingin meninggalkan cerita buruk  kepada anak-anaknya.

Maka, walaupun hidup dalam keterbatasan dan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT), Simon tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya agar bisa hidup lebih baik dari dirinya.

"Saya ini tidak berpendidikan, datang melarat di Kupang tahun 1970-an. Sampai akhirnya saya bekerja di Unwira sejak tahun 1988. Saya sudah pensiun, tetapi mereka dari Program Pasca Sarjana Unwira memanggil saya kembali untuk membantu mereka. Mau bagaimana lagi, kalau tidak bekerja, saya adalah tulang punggung keluarga," kata pria yang sering disapa Om Simon oleh semua karyawan di Unwira ini.

Ia mengatakan, selain anak-anaknya, dia juga menampung anak- anak dari kampung yang ingin mengadu nasib di Kota Kupang. Rata-rata anak-anak dari kampung itu  sudah berhasil. Ada yang  menjadi polisi, tentara, dosen dan sebagainya. "Saya hidup susah, tetapi saya ingin berbuat sesuatu yang terbaik bagi anak dan keluarganya serta siapa pun yang menginginkan bantuan dan uluran tanganku," katanya.

Menurutnya, salah satu prinsip yang selalu disampaikan kepada anak-anaknya adalah ketekunan bekerja dan hidup sederhana. Prinsip inilah yang membuatnya bisa mendidik anak-anaknya dengan baik.

Baginya, pendidikan anak adalah nomor satu dan ia berupaya apa pun yang terjadi anak-anaknya harus sekolah. Ia juga memberikan kebebasan kepada anak-anaknya untuk memilih mana yang terbaik bagi masa depan mereka.

Meski begitu,  kebebasan yang diberikan tidak sebebas- bebasnya. Artinya anak-anak selalu diarahkan agar mencapai masa depan yang lebih baik. "Biar saya kuli, tetapi anak-anak saya harus sekolah dan makan minum setiap hari di rumah harus ada.

Karena, makan minum itu penting sekali bagi mereka untuk mensuport pertumbuhan mereka. Saya senang karena di hari tua seperti ini anak saya sudah dua orang yang kerja. Anak saya yang bungsu saya tidak terlalu berharap banyak karena kasihan dia sakit-sakitan," keluhnya.

Hal lain yang sering diajarkan kepada anak-anaknya adalah kejujuran dan kerja keras. Karena hanya dengan kejujuran dan kerja keras yang membuatnya selalu dipercaya oleh siapa saja di Unwira, baik karyawan, dosen, mahasiswa, maupun pejabat di lingkup Unwira.

"Saya tidak pernah gengsi dan bekerja apa saja. Selain itu saya selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepada saya. Inilah yang saya tunjukan kepada anak-anak saya," katanya. (nia)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 71 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Sabtu, 17 Desember 2011 | 09:04 WITA
Sabtu, 5 November 2011 | 09:13 WITA
Sabtu, 22 Oktober 2011 | 20:33 WITA
Jumat, 14 Oktober 2011 | 21:44 WITA
Kamis, 6 Oktober 2011 | 13:47 WITA