Doa Seorang Kusta
hidupku kadang berada di antara dua titik:
kutukan dan harapan
aku berjalan dari satu persinggahan
ke persinggahan lain
sambil mengutuki hari kelahiran
namun titik kecil kutukan dan harapan itu
tak pernah sirna
walau pernah kucoba untuk mengusirnya
dari mimpi-mimpi malamku
rasanya dalam setiap perjalanan
aku pernah membangun rumah
rumah yang tak pernah kudiami hingga tuntas
kutukan hari kelahiran sepertinya mengusirku
harapan hari depan senantiasa memanggilku
tapi hari ini membelengguku
di setiap rumah selalu saja
ada yang terlepas dan tertinggal
dan belum sempat kukuburkan dengan airmata
kalau aku menemukan-Nya
ingin kusampaikan salamku
untuk-Nya atas kutukan dan harapan ini
dan juga kutanyakan dan kutagih janji-Nya
2007
Hujan
hujan turun lagi
malam ini di kota kami
ada yang menggigil ketakutan
dalam dingin, dalam diam
di bawah tatapan langit yang kian tua
dan rabun
sekelompok anak mengais remah kehidupan
yang masih tersimpan di antara jalanan becek
dan lorong-lorong kota
mungkin ada rezeki malam ini
malam serentak menjadi jaket hujan buat mereka
rintik hujan yang kian larut
menambah dinginya malam
untuk menemani tidur dan mimpi
recehan tanpa nama dan alamat
hanya sanggup untuk perut dan dahaga
satu malam
kalau pagi tiba ingin kutitipkan dingin
hujan dan malam
untuk sementara waktu: tak lama
tak perlu takut
tolong kau kembalikan bila malam tiba
karena aku tak biasa melewati malam
tanpa dingin
2007
puisi talalu baggusssssssssssssssssssssssss bro........