Yohana sempat bercerita kepada ibunya, kalau dia tidak ke Danau Kelimutu, keluarga yang akan terkena malapetaka. Dia bermimpi, Planet Mars bertabrakan dengan Bumi yang tepat menghantam Danau Kelimutu, kata Pieter.
Itu sebabnya pihak keluarga memutuskan mengantarkan korban, Sabtu (27/2), ke danau yang terkadang berganti warna itu sambil berekreasi dengan harapan gangguan jiwa yang dialami korban bisa sembuh.
Permintaan korban dikabulkan karena korban sempat mengancam akan pergi sendiri ke Danau Kelimutu menggunakan ojek. Meski yang terjadi kemudian di luar dugaan, justru korban tewas bunuh diri dengan terjun bebas ke Danau Tiwu Ata Polo yang kini berwarna hijau tua itu.
Hingga Minggu sore pukul 15.00 Wita, evakuasi mayat korban belum dapat dilakukan karena tali yang dimiliki Tim SAR Pos Maumere kurang panjang, yakni hanya sekitar 200 meter. Sementara tali yang dibutuhkan dari puncak kawah untuk turun mengambil mayat korban panjangnya sekitar 500 meter.
”Tali yang kami bawa panjangnya hanya 200 meter. Ini kurang panjang. Sementara untuk tali utama juga tidak boleh disambung. Jadi, harus utuh sehingga yang dibutuhkan untuk evakuasi ini tali dengan panjang sekitar 500 meter,” kata Komandan Tim SAR Pos Maumere Riswan Dwiputra.
”Evakuasi tetap diupayakan dengan menunggu bantuan tali dari SAR NTT di Kupang,” kata Kepala Kepolisian Sektor Wolowaru Inspektur Satu Nur Alam. Evakuasi kembali direncanakan pada Senin (1/3/2010). (kompas.com)