»Home » Regional NTT » Flobamorata »
Romualdus Pius
Gadis Bajawa Terjun ke Danau Kelimutu
Hari ini mayatnya dievakuasi
www.tnkelimutu.com
Danau Tri Warna Kelimutu
Minggu, 28 Februari 2010 | 15:25 WITA

Korban diperkirakan langsung tewas dan sampai Sabtu petang, mayatnya belum dievakuasi dari dalam danau.

Korban terjun ke dalam danau yang dulu berwarna merah namun kini sudah berubah warna menjadi biru. Sebelum terjun, korban beberapa kali mondar-mandir di sekitar bibir kawah.

Saksi mata, yang juga adalah pegawai lepas Taman Nasional Kelimutu, Benyamin Nuel mengatakan, korban Yohana datang ke Danau Kelimutu bersama ibunya, Yuliana Moe Mole dan pamannya, Serilus Meno. Saat tiba di danau triwarna itu, tepatnya di sekitar mulut kawah yang dulunya berwarna merah, korban terlihat tiga kali berjalan ke arah kawah. Pada kali ketiga korban langsung terjun ke dalam kawah.

Sebelumnya korban sempat berbincang-bincang dengan Benyamin. Saat itu, korban mengatakan hendak ke kamar kecil. "Dia bilang mau ke WC dan dia tanya apa ada air atau tidak. Saya katakan ada air. Tapi  ketika hendak masuk ke dalam WC, korban terlihat mengurungkan niatnya dan langsung berjalan ke arah kawah. Saat itu saya lihat dia seperti mau buka baju dan menjatuhkan diri ke dalam kawah," tutur Benyamin.

Dia menduga, korban mengalami gangguan jiwa. Hal ini diperkuat oleh cerita dari ibu korban yang mengatakan bahwa korban sudah sekitar 10 tahun mengidap sakit jiwa.

"Pada saat tiba di sini, korban memang telah terlihat agak tidak waras namun saya tidak pernah menyangka bahwa dia bisa nekat meloncat ke dalam danau," kata Benyamin.

Saat melihat korban menjatuhkan diri ke dalam kawah, Benyamin mengaku dirinya langsung shok dan lemas namun dia tetap berusaha tegar dengan memberitahu kejadian tersebut kepada petugas Taman Nasional Kelimutu yang bertugas di pos pintu masuk agar segera melapor ke polisi.

Benyamin mengatakan, sebelum terjun bebas ke dalam kawah, korban berdiri sekitar lima menit di sekitar bibir kawah dan setelah itu dia menjatuhkan diri ke dalam kawah seperti orang terjun payung.

Menurut staf Taman Nasional Kelimutu, Dwi Yulianto, melihat lokasi korban menjatuhkan dirinya, secara tehnis bisa dilakukan evakuasi. Namun evakuasi hanya mungkin dilakukan oleh tim SAR Maumere. Rencananya proses evakuasi baru bisa dilakukan hari ini,  Minggu (28/2/2010), mengingat  kondisi cuaca di puncak  Kelimutu pada hari Sabtu yang sudah mulai gelap.

"Tubuhnya tidak jatuh langsung ke dalam air namun berada di daratan dan dengan demikian bisa memungkinkan dilakukan evakuasi namun yang akan melakukan evakuasi adalah tim SAR. Kami sedang berkoordinasi dengan tim SAR Maumere," kata Dwi.

Kapolsek Wolowaru, Iptu Nur Alam yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan, dari hasil pemeriksaan  para saksi, kasus tersebut murni tindakan bunuh diri. Polisi sudah meminta keterangan  para saksi, antara lain ibu kandung korban, paman dan juga petugas Taman Nasional Kelimutu.

Camat Kelimutu, Fransiskus Sio yang ditemui di lokasi kejadian, mengatakan setelah mendengar kejadian tersebut pihaknya lalu berkoordinasi dengan Polsek Wolowaru maupun Taman Nasional Kelimutu untuk melakukan evakuasi korban. Namun kondisi  cuaca di puncak Kelimutu tidak memungkinkan untuk langsung dilakukan evakuasi pada hari Sabtu.

Disaksikan Pos Kupang di lokasi kejadian, puluhan warga mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan tempat korban menjatuhkan diri ke dalam danau. Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan susulan, sejumlah anggota polisi berjaga-jaga dan di sekitar lokasi  dan memasang garis polisi (police line).

Catatan Pos Kupang, Yohana Mole merupakan korban tewas ketiga. Sebelumnya, sudah dua orang yang tewas akibat terjatuh ke dalam kawah gunung Kelimutu.
(rom)

Korban yang Jatuh di Kelimutu
Tahun                                                 Asal
2004 : Marsel                                   Ende
2008 : Nong                                      Ende
2010 : Yohana Veronika Mole       Bajawa
* Sumber: Olahan Pos Kupang

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 169 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Tentu gampang sekali orang menghubungkan 3 peristiwa tragis itu dengan daya magis ketiga danau itu. Tapi peristiwa itu perlu dijadikan pelajaran akan pentingnya budaya antisipasi dikembangkan.

Komentar Oleh: paul makugoru | Jumat, 12 Maret 2010 | 15:17 WITA

Yohana Veronika Mole itu 23 tahun, dan saya prihatin dengan kejadian yang berulang ini. Terlepas dari waras atau tidaknya korban, hal ini menunjukkan betapa minimnya tingkat keselamatan yang ada, saya anjurkan untuk ditutup sementara, sampai pagar sekeliling danau dibuat dan sesuai standard keselamatan sebuah objek pariwisata. Saya minta PEMDA setempat untuk memperhatikan hal ini. Kejadian ini bisa dicegah. mohon semua mass media mendorong agar hal ini dapat diperhatiokan dengan sungguh2. terima kasih.

Komentar Oleh: maria dominika albina meo | Senin, 1 Maret 2010 | 15:33 WITA

... Dijaman yang modern ini, semoga Tim SAR dapat melakukan evakuasi jenazah dari mendiang Yohana Veronica Mole atau Vera ini dan dapat dimakamkan di kampung halamannya di Bajawa secara layak, Semoga Tuhan memberikan kemudahan bagi Tin SAR dan Kepada korban semoga arawahnya memperoleh ketenangan serta mendapat ampunan dari Tuhan YME dan diberikan tempat yang mulia.........Amien

Komentar Oleh: Yoel Abraham | Senin, 1 Maret 2010 | 10:25 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 23:08 WITA
Rabu, 8 Februari 2012 | 19:33 WITA
Senin, 6 Februari 2012 | 22:52 WITA
Sabtu, 4 Februari 2012 | 12:39 WITA