Dua kader Golkar yang mendaftar, yakni Paulus da Costa, S.H dan Drs. Simon Sina Ritan, sangat kecewa dengan penetapan Simon Hayon dari pintu Partai Golkar. Da Costa dan Ritan yang dihubungi, Jumat (19/2/2010), menilai penetapan Simon Hayon tidak sesuai aturan main. Apalagi, Simon Hayon tidak mendaftar di Partai Golkar.
"Publik tahu kalau Simon Hayon tidak mendaftar di Partai Golkar, namun kemudian ditetapkan menjadi balon di Partai Golkar. Walau kita tahu, sesuai petunjuk pelaksana (Juklak) Nomor 2/2009 ada empat peran DPP. Salah satunya adalah hasil survai, dan kedua adalah DPD II melakukan pendaftaran dan verifikasi. Namun DPP tidak melihat proses dan mekanisme yang kedua. Kenapa ada publikasi pendaftaran balon melalui media massa, tapi kemudian mekanisme pendaftaran itu tidak dipakai? Jika Simon Hayon tidak mendaftar, apa yang digunakan untuk memverifikasi? Kami melihat ini semua sandiwara. Kami menyesal telah dibesarkan Golkar, namun tidak diakomodir Golkar," sesal Da Costa yang mendaftar bersama pasangannya, Drs. Zakarias Paun.
Zakarias Paun bahkan menganggap gila mengikuti proses penetapan balon bupati-wakil bupati di Partai Golkar. "Kita mau cermati proses di Golkar kita seperti orang gila. Orang tidak pernah mendaftar, tapi kemudian ditetapkan. Ini seperti orang tidak menghargai proses demokrasi yang ada di partai. Kita tidak tahu, balon yang ditetapkan Golkar masuk lewat mana? Semua ini seperti siluman," kata Zakarias.
Ia mengakui bisa menerima semua proses politik di Partai Golkar jika DPP Golkar menetapkan paketnya yang mendaftar. "Kami bisa terima kalau paket yang ditetapkan adalah paket yang mengikuti mekanisme. Tapi yang berjalan tidak sama sekali mengikuti aturan main. Ini suatu permainan yang tidak beretika. Saya paham bahwa politik itu seni memainkan semua kemungkinan, asalkan permainan itu sehat. Tapi, yang terjadi adalah sebaliknya, permainan tidak sehat," kritiknya.
Sementara Simon Sina Ritan mengatakan, dirinya sudah menerima informasi dari pengurus DPD I Partai Golkar NTT dan pengurus DPD II Partai Golkar bahwa DPP sudah menetapkan Simon Hayon. "Sebagai kader partai dan juga balon yang resmi mendaftar di Partai Golkar, saya kaget karena Simon Hayon tidak pernah mendaftar tapi kemudian ditetapkan. Ada apa ini? Karena kami melihat permainan ini seperti sandiwara saja," kata Simon Sina Ritan. Ritan mengakui masih menunggu penjelasan DPD II terhadap penetapan paket Simon Hayon oleh DPP Partai Golkar.
Ketua DPD II Partai Golkar Flotim, Yoseph Sani Bethan, ST, yang dihubungi Pos Kupang beberapa kali melalui handphone- nya, kemarin, tidak mengangkat telepon.
Dari data di KPU Flotim, paket yang mendaftar melalui Partai Golkar yakni pasangan Paulus da Costa, SH-Drs. Zakarias Paun (Paket Santun), Drs. Simon Sina Ritan-Drs. Akhmad Yani Husen (Paket Tani), Yosni Lagadoni Herin, S.Sos-Valens Tukan, Chris Boro Tokan-Michael Ruron, Bernard Tupen-Frans Uran dan Rafael Sili Tupen-Agustinus Koten. (iva)
Paket yang Daftar di Golkar
Paulus da Costa, SH-Drs. Zakarias Paun (Paket Santun)
Drs. Simon Sina Ritan-Drs. Akhmad Yani Husen (Paket Tani)
Yosni Lagadoni Herin-Valens Tukan
Chris Boro Tokan-Michael Ruron
Bernard Tupen-Frans Uran
Rafael Sili Tupen-Agustinus Koten
Keanehan Golkar seperti ini terjadi pada Pilkada Flotim periode lalu kan? Ada calon yang kata orang unggulan tapi akhirnya kisruh dan tidak ada calon Golkar yang maju waktu itu dan yang terpilih bupati sekarang ini kan?
Simon Hayon memang jago menggunakan ilmu2 Atadiken Lamaholot-nya sama seperti ketika dia bilang NUSANTARA berasal dari kata NUH, SAN dan TARA (ada video nya) maka DPP Golkar pun lemah oleh dia, ha ha ha...