Sejauh pengamatan, persiapan matang sudah dilakukan panitia perayaan Imlek di Kelenteng tertua di Tangerang, Bun Tek Bio, di Pasar Lama, Kelenteng Bun San Bio, Pasar Baru (Kota Tangerang), dan Bun Hai Bio di Serpong Tangerang Selatan.
Lilin berbagai ukuran, 0,5 kati (satu kati setara enam ons) hingga ukuran terbesar 2.000 kati sudah terpasang dan tersedia di masing-masing klenteng. Kemeriahan lampion mewarnai setiap titik dari klenteng. Sementara sejumlah hio lilit terlihat bergelantungan di beberapa sudut bangunan menambah indahnya tempat persembahyangan tersebut.
Humas Panitia Tahun Baru Imlek 2561 atau Tahun 2010 Kelenteng Bun Tek Bio, Oey Tjin Eng mengatakan, masa persiapan perayaan Imlek sudah selesai. "Saat ini tinggal menunggu hari H, perayaan tahun baru," katanya.
Menurut Oey, masa persiapan atau berbenah sudah berakhir sejak Sabtu (6/2/2010) kemarin, tepatnya tanggal 24 bulan 12 kalender Imlek. Saat itu, Toa Pekong sudah naik dari bumi.
"Sejak saat itu sampai hari Senin ini, tidak ada lagi yang boleh mengecat atau mendandani rumah dan tempat peribadatan," jelas Oey.
3.000 lilin
Oey menjelaskan, persiapan yang sudah dilakukan Kelenteng Bun Tek Bio (tahun 1684) adalah menyediakan 3.000 pasang atau 6.000 unit lilin. Ukurannya bervariasi mulai dari 0,5 kati hingga 2.000 kati.
"Jumlah lilin-lilin ini belum termasuk lilin yang akan disumbangkan oleh warga secara pribadi. Biasanya lilin akan semakin semarak menjelang Imlek. Selasa sampai Jumat, lilin akan lebih banyak dari Senin ini," kata Oey.
Sejauh pengamatan, di Kelenteng Bun Tek Bio terdapat sepasang lilin berwarna merah ukuran 2.000 kati. Puluhan pasang lilin berwarna serupa ukuran 150 kati memenuhi halaman klenteng tersebut. Belum lagi, lilin-lilin kecil yang jumlahnya mencapai ratusan pasang.
Selain lilin, kata Oey, mereka juga telah menyediakan sekitar 3.000 bungkus hio (satu bungkus terdiri dari 54 batang hio) belum termasuk hio lilit.
Oey menjelaskan, lilin dan hio yang disediakan tahun ini jauh lebih banyak dari perayaan serupa tahun lalu. "Tahun lalu yang disediakan masing-masing sekitar 1.000 pasang lilin dalam berbagai ukuran dan hio," kata Oey.
Meningkat
Tingginya permintaan lilin dan hio menyambut Imlek tahun ini diakui perajin lilin di Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, Koh Aseng. Salah satu pegawai yang dipercayakan Koh Aseng, Faisal mengatakan, permintaan lilin pada tahun ini meningkat.
Dengan perbandingan, pada hari biasa, mereka hanya memproduksi lilin berdasarkan pesanan. Pada hari biasa, lilin yang kami produksi, terutama ukuran 500 kati (tinggi 160 sentimeter) dan 1.000 kati (tinggi 180 sentimeter) hanya sekali. Namun, dua bulan menjelang Imlek, mereka memproduksi puluhan pasang lilin ukuran 500 dan 1.000 kati.
Belakangan ini, permintaan terhadap lilin ukuran 500, 1.000, dan 2.000 kali mulai meningkat karena banyak digunakan di klenteng-klenteng. Harga lilin 500 kati Rp 4,5 juta per pasang, lilin 1.000 kati Rp 9 juta sampai Rp 10 juta, dan lilin 2.000 kati mencapai 12 juta.
Oey menambahkan, pada perayaan imlek tahun ini Klenteng Bun Tek Bio menghadirkan lilin 2.000 kati. (kompas.com)