»Home » Editorial » Salam »
Pengalaman, Pola Efektif Penanganan Hama
Jumat, 5 Februari 2010 | 00:38 WITA

Di NTT, serangan hama belalang ini sebetulnya bukan baru terjadi. Hampir saban tahun, daerah ini selalu heboh karena dilanda serangan hama belalang kumbara. Serangannya dilakukan secara sporadis, dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu wilayah ke wilayah lain. Hampir semua kabupaten di wilayah Timor, Flores dan Sumba sudah pernah terkena serangan hama belalang ini.

Serangan hama belalang ini membuat semua pihak kerepotan. Petani hiruk pikuk berusaha mencari obat untuk bisa membasmi hama ini guna menyelamatkan tanaman mereka. Tumpuan akhir yang menjadi sasaran untuk pembasmian serangan hama ini adalah pemerintah kabupaten setempat, terutama dinas pertanian. Pada saat terjadi serangan hama seperti ini, dinas pertanian terdekat kerap menjadi  'babak belur' karena masalah hama ini memang terkait erat dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) lembaga ini.

Serangan hama belalang ini jelas merusakkan semua tanaman petani yang menjadi tumpuan hidupnya. Jika semua tanaman petani sudah rusak, maka ada satu ending yang hampir pasti terjadi pasca serangan hama ini, yakni terjadinya kelaparan hebat. Tidak hanya itu, para petani yang terkena serangan hama juga akan ketiadaan benih untuk menanam dan berbagai dampak ikutan lainnya.

Sudah dapat diprediksi pula bahwa jika terjadi masalah seperti ini, maka tindakan pertama yang akan dilakukan pemerintah setempat adalah memberikan bantuan logistik bagi para korban. Ini merupakan tindakan penyelamatan pertama. Bantuan logistik ini biasanya juga diikuti dengan bantuan benih tanaman. Tapi tak jarang terjadi, pada saat-saat seperti ini kerap terjadi proyeknisasi terhadap para korban serangan hama atau korban bencana, walaupun jumlahnya kecil.

Kembali ke TTU, diperoleh informasi bahwa pemda setempat melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan TTU sudah mendrop obat-obatan untuk menyemprot hama belalang kumbara tersebut. Tapi semakin disemprot bukannya musnah, malah jumlahnya makin bertambah. Saat ini pemerintah dan masyarakat setempat berusaha untuk melakukan ritus adat untuk mengusir hama belalang. Pada tahun 2007  ketika belalang menyerang ratusan desa, ritus adat dipakai dan  ternyata sangat efektif.

Jika ritus adat ini dinilai efektif, mengapa kegiatan itu tidak segera dilakukan pada saat hama belalang kumbara ini mulai menyerang dan belum menghabiskan tanaman petani? Mengapa gagasan itu baru muncul tatkala penyemprotan dengan obat-obatan tidak efektif dan ratusan hektar tanaman petani sudah habis diserang?

Sesungguhnya, pola tindakan atau penanganan hama belalang kumbara yang sudah terjadi sebelumnya, baik yang efektif maupun tidak efektif, menjadi pengalaman berharga dalam menangani masalah yang sama di kemudian hari. Artinya, jika penanganan serangan hama belalang sebelumnya efektif dengan ritus adat, mengapa hal itu tidak segera dilakukan saat ini? Jika ritus itu segera dilakukan tentunya akan membawa keuntungan. Selain tidak perlu mengeluarkan uang dalam jumlah banyak untuk membeli obat, juga tanaman para petani dengan segera ditangani dan tidak habis dimakan hama belalang.

Satu hal penting yang perlu mendapat perhatian. Jika penanganan serangan hama atau penyakit apa pun diselesaikan dengan ritus adat, berarti serangan hama itu muncul atau terjadi karena adanya masalah adat. Artinya, serangan hama itu muncul karena adanya kesepakatan-kesepakatan atau masalah adat yang dilanggar oleh warga setempat sehingga masalah yang sudah pernah terjadi itu muncul kembali. Jika persoalannya seperti ini, maka upaya pencegahan yang menjadi perhatian bersama warga ialah jangan melanggar adat yang telah menjadi kesepakatan bersama.*

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 89 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Sabtu, 4 Februari 2012 | 09:13 WITA
Selasa, 31 Januari 2012 | 09:38 WITA
Senin, 26 Desember 2011 | 19:30 WITA
Senin, 12 Desember 2011 | 08:56 WITA
Kamis, 1 Desember 2011 | 00:27 WITA