»Home » Life Style » Cakrawala »
Alfred Dama
Taman Budaya Promosikan Tarian NTT
Dokumentasi Taman Budaya NTT
Tim penari Njara Humba pose bersama Kepala UPT Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Lingo Lango (jas motif Sumba), seorang warga Belanda dan pemain Sasando, Welly Pah, di Utrecht, Belanda, Kamis (7/1/2010).
Sabtu, 30 Januari 2010 | 12:56 WITA



Hal ini terjadi ketika tim kesenian dari NTT tampil memukau dalam acara Host Partner Country for Vakantiebeurs 2010 di Kota Utrecht, awal Januari 2010.

Bukan itu saja, Njara Humba yang berkisah tentang kehidupan ternak kuda di sabana Pulau Sumba mendapat perhatian tersendiri.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya NTT, Dra. Yohana Lingo Lango yang ditemui di kantornya, Rabu (27/1/2009), mengatakan, NTT yang juga tampil dalam acara tersebut menyuguhkan tarian Njara Humba yang mewakili Pulau Sumba, Ja'i mewakili Pulau Flores dan Lembata serta musik Sasando mewakili daratan Timor, Rote dan Sabu.

"Jadi kita menampilkan tiga kesenian ini. Njara Humba itu luar biasa menarik perhatian. Kalau Ja'i itu membuat para peserta ikut menari ja'i bersama dan permainan musik Sasando oleh Welly Pah itu membuat para penonton terkagum-kagum," jelas Yohana yang menjadi ketua rombongan NTT dalam acara tersebut.


Tentang Njara Humba yang tampil energik membuat penonton sangat antusia untuk menyaksikannya. Bahkan tarian ini disuguhkan dua kali.

"Penonton begitu antusias dengan para penari kita. Mereka juga minta foto-foto bareng. Mereka senang sekali dengan suguhan kita," jelasnya. 

Ditambahkannya, yang membuat Njara Humba ini menjadi unit adalah busana yang dikenakan benar-benar tradisional.

Yohana menjelaskan, melihat animo di tingkat manca negara yang begitu besar terhadap tarian asal NTT ini membuat pihaknya akan terus termotivasi untuk mengembangkan semua tarian daerah dari masing-masing etnis di NTT. Wilayah ini sangat kaya dengan tarian.

Promosi bukan saja di mancanegara, pihaknya juga akan terus mengikuti event-event nasional. Menurut rencana, pada bulan Juli nanti tim kesenian dari Taman Budaya - NTT akan tampil pada Temu Karya Budaya Nasional di Riau.

Nantinya, NTT akan menampilkan tarian etnis Alor. Selain itu, potensi budaya lainnya seperti puisi dan antologi puisi NTT juga akan diperkenalkan dalam kesempatan tersebut.

Pada bulan Juli-Agustus, NTT juga akan tampil di Parade Tarian Daerah di Taman Mini Indonesia Indah. Beberapa tarian akan suguhkan termasuk tarian asal Kabupaten Sikka.


Menurut Yohana, kedepan Taman Budaya NTT akan terus mempromosikan berbagai kesenian daerah ini. Kesenian daerah antara lain aneka tarian tradisional dari berbagai etnis di NTT akan ditunjukan di tingkat nasional bahkan mancanegara.

"Kita ingikan agar tarian daerah yang merupakan kekayaan NTT ini bisa menjadi ikon NTT. Ini agar NTT jangan dikenal sebagai daerah yang serba kekurangan, tetapi dikenal juga sebagai daerah yang memiliki budaya yang eksotik," jelasnya.

Upaya memperkenalkan kesenian ini bukan saja melalui kegiatan promosi. Kegiatan lainnya adalah membawa kesenian ini masuk ke sekolah-sekolah. Mulai tahun ini, Taman Budaya akan memperkenalkan aneka tarian dan kesenian tradisional ke sekolah-sekolah. Ini supaya siswa di NTT juga menyukai budaya milik sendiri ini. (alf)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 329 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

ya..mau disuru maju juga tidak jalan, mau disuruh berhenti tapi masih aja jalan....itulah kondisi budaya NTT, memprihatinkan.....mohon perhatian dari instansi terkait.....makasih.

Komentar Oleh: Teddy Belalawe | Selasa, 9 Maret 2010 | 10:35 WITA

Maju Terus NTT... Budaya Kita Banyak.. Tinggal Bagaimana Orang2 Yang Berkompeten Didalamnya Bersemangat Untuk MEMPROMOSIKANnya... Special Buat Ibu Yohana... Tetep Semangat Ya Bu... Jangan Lupa Juga.. Diluar Sana Masih Banyak Generasi Mudanya NTT yang punya SEMANGAT yang LUAR BIASA Untuk IKUT MEMPROMOSIKAN BUDAYA NTT... Maju Terus Budaya NTT...!!!!

Komentar Oleh: QQ Amelya | Minggu, 31 Januari 2010 | 07:52 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Jumat, 27 Januari 2012 | 16:16 WITA
Jumat, 27 Januari 2012 | 16:09 WITA
Senin, 16 Januari 2012 | 22:14 WITA
Sabtu, 14 Januari 2012 | 19:10 WITA
Kamis, 15 Desember 2011 | 00:01 WITA