Ingin mengenal lebih dekat Sikka Akuistik yang selalu tampil prima dan profesional, saksikan lantunan lagu yang sering mereka dendangkan di Hotel Sylvia, Jalan Gajah Mada-Maumere.
Ditemui Pos Kupang di Hotel Sylvia Maumere, Rabu (20/1/2010) malam, Beny Letik, Ketua Grup Musik Sikka Akuistik, mengatakan, Sikka Akuistik yang memiliki enam personel berdiri pada tanggal 2 September 2007.
Berkat bantuan bapak angkat Pater Klaus, SVD, Sikka Akuistik kini telah dikenal di seantero Sikka. Grup musik yang selalu tampil dengan kekhasan di tengah kemajuan musik di Indonesia tetap konsisten dengan musik non elektrik alias tanpa listrik.
Konsistensi tersebut membuat Sikka Akuistik selalu menghadirkan kehangatan di malam hari dan suasana suka cita guna mendendangkan lagu-lagu slow rock, romantis, melankolis, keroncong, reggae, daerah, dangdut, dan latin.
Lagu yang dibawakan pun sesuai dengan permintaan audiens. "Kami tidak kaku, apa pun permintaan orang, mau lagu rock, kita akan siap. Termasuk kalau ada yang menginginkan lagu daerah, kami siap. Semua lagu yang kami bawakan ingin membuat penggemar puas. Sejak kami ada di Maumere setiap bulannya ada lima undangan yang masuk agar kami tampil. Sekarang kami sudah mempunyai mitra yakni Sea World Club di Waira-Kewapante dan Hotel Sylvia Maumere. Di Sylvia Maumere seminggu tiga kali, setiap Senin, Rabu dan Sabtu. Tapi, kalau ada permintaan dari hotel, kami layani," kata Beny.
Mengenai harga, Beny mengaku sudah ada kesepakatan, termasuk permintaan dari luar seperti nyanyi di acara keluarga, pemerintahan dan acara-acara lainnya.
"Harga ada kata sepakat karena kami mau konsisten dan mau menjadikan musik bagian dari hidup kami. Kami ingin penampilan selalu profesional dan tidak mengecewakan orang yang mengundang dan mendengar lagu yang kami bawakan," kata Beny.
Mengenai undangan ke Ende, Beny mengaku sudah ada, tapi musti pada saat yang tepat. "Di Ende Sikka Akuistik pernah tampil dalam acara keluarga. Di Sikka cukup banyak acara yang kami hadiri," ujar Beny, yang didampingi Frank Paul.
Mengenai album, apakah sudah ada, Beny mengaku sudah ada satu album yang diluncurkan berjudul "Djongo Dobo". Lagu ini mengisahkan tentang potensi pariwisata Sikka dan kehidupan masyarakat Sikka.
"Ada 10 lagu yang kami bawakan dalam album perdana yang kami luncurkan saat Pertemuan Pastoral se-Nusra di Hotel Sylvia tahun 2009. Ada 2.000 kepingan yang telah kami edarkan. Ada yang dijual di Kupang, Denpasar dan Flores bahkan ke luar negeri. Album yang kami luncurkan menggunakan musik non elektrik. Awalnya, album ini untuk cenderamata peserta Puspas, tapi karena ada permintaan kami terpaksa menjualnya kepada masyarakat umum," papar Beny.
Mengenai rencana ke depan, Beny mengaku ingin mempersiapkan pengganti Sikka Akuistik Senior. "Kami tengah mencari pengganti Sikka Akuistik Senior dan menyiapkan kader yunior agar Sikka Akuistik tetap ada di Sikka," kata Beny, yang di Sikka Akuistik sebagai lead vocal.
Ditambahkannya, Sikka Akuistik juga selalu memperkenalkan potensi pariwisata di Sikka melalui lagu dan promosi saat tampil menghibur penggemar. Semoga sukses selalu bersama Sikka Akuistik.(aris ninu)
Salut buat Sikka Accoustic !! Sekalian mau nanya pada para seniman Sikka. Apakah di Maumere ada sanggar seni yang masih melestarikan "musik bambu' di mana instrumen musik yang dimainkan dalam sebuah orkes semuanya total terbuat dari bambu, seperti suling berbagai ukuran jenis suara, angklung, kolintang ???