»Home » Teenagers » Indah Budayaku »
Alfred Dama
Tahun Baru: Lain Tradisi, Lain Pula Cara Merayakan
Senin, 4 Januari 2010 | 21:50 WITA


Ternyata masing-masing negara memiliki tanggal perayaan tahun baru yang berbeda-beda. Di Indonesia sendiri tahun baru dirayakan pada 1 Januari. Itu karena Indonesia memakai sistem kalender Gregorian, kalender yang umum digunakan di dunia. Setiap budaya yang mempunyai kalender tahunan, semuanya mempunyai perayaan tahun baru.      

Menoleh ke belakang                                                            
Dilacak dari sejarahnya, tahun baru pertama kali dirayakan pada 1 Januari tahun 45 SM. Perayaan yang pertama ini berlangsung tidak lama setelah Julius Caesar diangkat atau lebih tepatnya dinobatkan menjadi Kaisar Romawi. Perayaan ini juga menandakan pergantian sistem kalender pada masa itu.
Saat itu, Caesar memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah ada sejak abad ke-7 SM. Ia tidak sendirian menciptakan sistem kalender baru. Seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, Sosigenes, membantunya.

Sosigenes juga lah yang menyarankan agar sistem kalender yang baru ini mengikuti revolusi matahari, seperti yang dilakukan oleh orang-orang Mesir.

Dalam sistem penanggalan baru tersebut, satu tahun dihitung sebanyak 365 seperempat hari. Tahun 45 SM, Caesar menambahkan 67 hari, sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar pun memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan ke bulan Februari.

Hal ini dilakukan untuk menghindari penyimpangan dalam kalender baru tersebut. Sebelum Caesar tebunuh, pada tahun 44 SM ia mengubah nama bulan Quintilis dengan nama depannya, yakni Julius atau lazim disebut dengan Juli. Selain itu, nama bulan Sextilis diganti dengan nama penggantinya, yaitu Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.

Nah, begitulah sekilas asal mula perayaan tahun baru dan sistem kalender yang umum digunakan di berbagai negara  saat ini. Sekarang, mari kita lihat tradisi tahun baru di beberapa negara.                                            

Jepang: Shogatsu

Beda sistem kalender dan tradisi beda pula hari dan cara perayaan. Di Jepang tahun baru yang disebut shogatsu dirayakan pada 1 Januari hingga 3 Januari. Jangan heran kalau kita menjumpai kantor-kantor tutup pada perayaan tahun baru di Jepang ini. Pemerintah Jepang menetapkan tanggal 1 Januari sebagai hari libur, namun kantor-kantor sudah tutup sejak 29 Desember sampai 3 Januari.

Jepang memakai sistem kalender Gregorian (sistem kalender yang umum digunakan saat ini). Tapi, dahulu kalender Jepang didasarkan pada kalender Cina, sehingga masyarakat Jepang merayakan tahun baru pada awal musim semi, bersamaan dengan tahun baru Imlek. Penggunaan kalender Gregorian diberlakukan pemerintah Jepang pada tahun 1873. Ada lagi yang unik dari sejarah tahun baru di Jepang.

Dahulu tahun baru dijadikan patokan bertambahnya usia. Tradisi ini dilakukan semasa orang Jepang masih mengikuti cara perhitungan usia yang disebut kazoedoshi. Sewaktu dilahirkan tepat 1 Januari, bayi dianggap telah berumur satu tahun dan usia bertambah setahun setiap 1 Januari, walaupun sesungguhnya tanggal tersebut bukan hari kelahiran seseorang.

Pada 1902, perhitungan seperti ini dihilangkan dan diganti dengan sistem umur bertambah sewaktu berulang tahun. Masyarakat Jepang percaya, sewaktu merayakan tahun baru, arwah leluhur datang sebagai Toshigami atau dewa tahun yang memberi berkah sepanjang tahun.                                                  

Cina: Imlek
Lain Jepang, lain pula Cina. Tahun baru Cina atau yang lazim dikenal dengan sebutan tahun baru imlek dirayakan pada 1 hingga 15 bulan ke-1 dalam kalender Cina yang menggabungkan perhitungan matahari, bulan, 2 energi yin-yang, konstelasi bintang atau astrologi shio, 24 musim, dan 5 unsur.
Tahun baru imlek dirayakan hampir di seluruh dunia. Tidak heran, itu karena 1/5 penghuni bumi merupakan etnis Cina. Negara yang bertetangga dengan Cina dan dekat hubungan etnis juga budayanya pun turut merayakan tahun baru imlek, seperti Jepang, Taiwan, Vietnam, Mongolia, dan Korea.

Cina punya sistem kalender tersendiri. Sama halnya dengan sistem kalender Gregorian, kalender cina juga menggunakan referensi revolusi bumi terhadap matahari, yakni 1 bulan terdiri dari 29 atau 30 hari. Dalam setahun terdiri dari 355 hari atau 385 hari (tahun kabisat). Jika dihubungkan dengan sistem kalender Gregorian, tahun baru imlek jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari setiap tahunnya. Itu berarti hari raya biasanya jatuh pada bulan kedua setelah musim dingin.

Tahun 2010 ini, secara resmi tahun baru imlek berusia 2561 tahun. Secara tradisi, tahun baru imlek sudah dirayakan masyarakat Cina sejak ribuan tahun silam. Ada informasi yang menyebutkan, imlek dirayakan di Cina pertamakali pada 4699 tahun yang lampau oleh raja Huang Ti.

Secara tradisi penyambutan Imlek diisi dengan aktivitas "menjadi baru" mulai dari mendandani rumah dan memperbaiki diri, sampai memakai pakaian dan semangat baru. Segala rangkaian prosesi perayaan tahun baru imlek dimulai dengan satu ritual yang dinamakan Cap Ji Gwee Jie Shie Shang Sheng. Shang Sheng Cap Go Mee atau hari ke-15 tahun baru imlek.        Selain itu, di beberapa negara, bahkan agama, juga terdapat perayaan tahun barunya masing-masing.


Yahudi: Rosh Hasanah
Umat Yahudi merayakan tahun baru sebelum tanggal 5 September dalam kalender Gregorian.
Perayaan mereka dikenal dengan istilah Rosh hasanah. Umat Islam merayakan tahun baru, yang disebut dengan Tahun Baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharam. Di Thailand, tahun baru dirayakan mulai tanggal 13 April sampai 15 April dengan upacara penyiraman air. Sedangkan di Vietnam tahun baru yang disebut Tet Nguyen Dan dirayakan pada hari yang sama dengan perayaan imlek.                                  

Harapan kita, semoga di tahun baru ini kita memiliki motivasi baru, semangat baru, dan gairah baru untuk mencapai cita-cita yang kita inginkan. Semoga semua impian kita bisa terlaksana di tahun ini. Selamat tahun baru 2010 saja untuk semua! (Berlian/Smantig)

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 69 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Senin, 8 Februari 2010 | 23:41 WITA
Senin, 4 Januari 2010 | 21:55 WITA
Senin, 4 Januari 2010 | 21:50 WITA
Jumat, 11 Desember 2009 | 23:24 WITA
Selasa, 17 November 2009 | 20:24 WITA