11 IQ Tinggi Belum Tentu Sukses - Pos Kupang
Pos Kupang
IQ Tinggi Belum Tentu Sukses
Senin, 4 Januari 2010 20:47 WITA
Share |



PRESTASI belajar di sekolah sangat dipengaruhi kemampuan kita yang diukur oleh IQ (intelligence quetient).  IQ yang tinggi meramalkan sukses terhadap prestasi belajar. Namun IQ yang tinggi belum tentu menjamin sukses di masyarakat.

Manusia sejak lahir secara genetis telah punya inteligensi yang bersumber dari otak. Struktur otak telah ditentukan secara genetis. Namun berfungsinya otak menjadi kemampuan umum yang disebut inteligensi itu, sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan lingkungan.
Sejak lahir, seseorang telah dimodali 100-200 miliar sel otak dan siap memproses triliunan informasi.

Berbagai penelitian membuktikan bahwa kemampuan rasional biasa diukur dengan IQ (Intelligence Quetient) yang bersumber dari otak di kepala kita.

Para ahli mengatakan, otak dibagi dalam dua belahan otak yang disambung oleh segumpal serabut yang disebut "corpus callosum". Belahan otak kanan menguasai belahan kiri badan, sedangkan belahan otak kiri menguasai belahan kanan badan. Respons, tugas dan fungsi belahan kiri dan kanan berbeda dalam menghayati berbagai pengalaman belajar, sebagaimana seorang mengalami realitas secara berbeda-beda dan unik.

Belahan otak kiri terutama berfungsi untuk merespons hal yang sifatnya linier, logis, teratur, sedangkan yang kanan untuk mengembangkan kreativitasnya, mengamati keseluruhan secara holistik dan mengembangkan imaginasi.

Dengan demikian ada dua kemungkinan cara berfikir, yaitu cara berfikir logis, linier yang menuntut satu jawaban yang benar dan berfikir imaginatif multidimensional yang memungkinkan lebih dari satu jawaban.

Tapi bagaimana dengan perasaan hati. Kan apa yang dirasakan di hati gak selamanya logis dan rational kan? Makanya ada lagi penelitian yang membuktikan bahwa manusia, selain punya rational mind, tapi juga punya emotional mind.

Tambah ribet ya!!?? Gampangnya mungkin begini, pikiran kritis, logis dan rasional itu sebaiknya juga selaras dengan rasa di hati. Itu sebabnya, orang IQ tinggi gak slamanya jadi orang sukses di masyarakat. Habis, pake rumus melulu.... hehe. (grace- givans/harits-smantiq)