Sebabnya apa? Nah, inilah yang mau beta ceritakan. Sesuai perjanjian dengan sebagian pemerintah kabupaten/kota di NTT yang mau mengumumkan hasil tes CPNS lewat media massa, maka kami harus menunggu materi dari mereka. Meskipun staf kami sudah memberitahu batas waktu (deadline) halaman yang akan diisi pengumuman itu, namun tidak semua pemerintah kabupaten/kota dapat memenuhinya. Keterlambatan materi rata-rata lebih dari dua jam bahkan lebih.
Bukan kendala sarana telekomunikasi. Materi itu bisa dikirim via email dalam sekejap. Apalagi sekarang fasilitas telekomunikasi di berbagai kota kabupaten di NTT sudah jauh lebih baik dibandingkan masa lalu. Berdasarkan laporan teman kami dari berbagai daerah Flobamora, ternyata yang memakan waktu lama adalah rapat membahas hasil testing CPNS. Rapat tertutup yang hanya diikuti para pejabat berwenang itu berlangsung hingga larut malam. Bahkan ada yang sampai dini hari.
Pengumuman CPNS dari sejumlah daerah terpaksa kami tunda jadwal pemuatannya karena materi baru sampai di "meja redaksi" di atas pukul 01.00 Wita. Kami jelaskan bahwa penundaan itu terkait masalah teknis pengerjaan halaman yang berdampak pada keterlambatan jadwal terbit. Dan, mereka memahami. Sebagai media massa yang selama ini mendapat kepercayaan untuk publikasikan hasil test CPNSD, kami pun sudah terbiasa menghadapi keterlambatan semacam itu.
Menurut seorang teman (pejabat birokrasi), rapat membahas hasil testing CPNSD memang tak mudah. Yang mudah cuma buka amplop hasil tes. Urusan mulai rumit ketika mengurutkan ranking peserta tes dan menentukan siapa yang berhak lulus sesuai formasi tersedia. Diskusi panjang yang menguras energi terjadi di titik krusial ini. "Diskusinya berlarut-larut. Pokoknya debat ramai, bung," katanya. Apakah katebelece dari pejabat tertentu masih berlaku? "Ah, kalau soal itu beta no comment. Bung jangan percaya rumor ko," kata sang kawan sambil terkekeh.
Kiranya tuan dan puan maklum bila setiap musim penerimaan CPNS, rumor atau kasak-kusuk tetap saja riuh. Banyaklah sas sus berkeliaran di luar sana, misalnya isu geser-menggeser nomor dan nama. Pejabat tertentu memutuskan si A boleh lulus dan si B tidak boleh atau isu lainnya.Tapi namanya juga rumor, ya jangan dipercaya begitu saja. Tak elok bila tuan telan mentah-mentah!
Waktu acara silaturahmi Natal dan Tahun Baru 2010, beta iseng bertanya pada seorang junior di organisasi pemuda yang barusan lulus tes CPNS. Dia betul-betul lulus murni. Tidak neko-neko dengan pejabat tertentu atau karena memberi sesuatu kepada seseorang. Tahu kenapa kamu bisa lulus? "Tidak tahu, Om. Mungkin nilai ujian saya masuk ranking bagus," katanya. Syukurlah kalau begitu. "Tapi masih ada yang kurang, Om. Alangkah baik bila hasil ujian asli juga diumumkan kepada semua peserta sehingga mereka puas. Kalau seperti sekarang, tetap saja orang curiga yang bukan-bukan. Mereka sangka kami yang lulus karena ada apa-apa," katanya dengan mimik serius. Wah, boleh juga anak ini. Otak dan hatinya masih bekerja baik. Semoga baik terus selama masa pengabdian sebagai PNS.
Beta mau tutup obrolan tentang CPNS dengan kisah berikut. Sepuluh tahun lalu, seorang teman yang kini punya job bagus di pemerintah propinsi menyebut tujuh alasan mengapa dia memilih profesi PNS. Padahal kala itu dia sudah top leader sebuah LSM. Catatannya beta simpan rapi dan agaknya baik bila dibagi. Mungkin masih relevan dengan beranda Flobamora hari ini.
Pertama, PNS itu pasti. Kepastian masa depan. Negara beri jaminan. Beda sekali dengan LSM atau pegawai perusahaan swasta yang mudah terombang-ambing oleh perkembangan usaha. Kedua, gaji selalu naik. Gaji PNS selalu naik secara periodik. Kenaikan massal atau gaji naik karena disesuaikan dengan pangkat serta golongan. Selain gaji tetap, selalu ada pendapatan lain-lain. Kalau tugas ke luar kantor dapat SPPD. Makin banyak perjalanan, pemasukan makin besar. Maka berbaik hatilah selalu dengan pimpinan agar banyak tugas luar.
Ketiga, tidak pusing cari uang. Tidak wajib bagi PNS mencari uang atau menggenjot pendapatan. Genjot pendapatan lewat pajak itu hukumnya wajib bagi setiap warga negara. Artinya, uang sudah ada, tinggal kelola dan manfaatkan sesuai ketentuan. Asal jangan dikorup saja, aman kita.
Keempat, sulit di-PHK. Tidak mudah memecat seorang PNS, kecuali untuk jenis pelanggaran amat berat, misalnya bunuh orang. Kalau cuma bolos atau malas kerja, ya tak apa-apa.Beda sekali dengan dunia usaha. Indikator kinerja PNS itu relatif.
Kelima, jam kerja. Jadi PNS itu lebih santai. Masuk kerja jam 07.00, pulang jam 14.00. Masih banyak waktu luang yang bisa saya pakai untuk urusan bisnis lain.
Keenam, fleksibel. PNS bisa bergaya bunglon, bung. Saat suksesi di daerah kita harus cerdas baca arah angin. Harus gesit bermain dua kaki secara aman. Jadi, kalau si A menang dan jadi bupati, kita dapat job. Si B menang pun sama.
Ketujuh, prestise-kredibel. Harus diakui PNS lebih terpandang di mata masyarakat NTT dibandingkan non-PNS. Mau bukti? Simak keseharian kita. Orang lazim bertanya, kerja di kantor apa? Kalau sebut kantor PT Endawenga. Tbk, misalnya, wajah langsung kerut diikuti litani pertanyaan. Tapi kalau sebut kantor Bupati, senyum sontak berkembang di wajah calon mertua. Tak perlu tanya lagi. SK PNS pun dipercaya bank untuk kredit. Kalau pegawai swasta, sulit bukan main!
Apakah tujuh alasan itu masih relevan? Silakan tuan dan puan analisis sendiri. Beta mau ucapkan selamat bagi semua CPNS yang lulus baru-baru ini. Jadilah PNS generasi baru yang profesional dan mengabdi dengan hati biar kampung besar Flobamora kita lebih baik nasibnya. (dionbata@yahoo.com)
Apapun alasan yang menggiurkan seseorang menjadi PNS, pesan saya pada saudara yang lulus CPNS Bekerjalah dengan Hati agar Berkat anda dapat dinikmati dan tersalur dengan baik! Pak Dion, analisa anda tentang tujuh alasan seseorang "ngiler" menjadi PNS memang benar. Semoga masih ada semangat mensyukuri berkat yang mereka terima dengan bekerja giat, tidak korup, dan berbagai pelanggraran etis, moral dan hukum lainnya. Terimakasih, selamat mengabdi "Pos Kupang ".... GBU
Emang betul bung,,,,semua alasan tersebut emang masuk akal dan benar adanya...tapi kalo mau ditinjau dari sisi lain pns juga bukan segalanya...sebab bagi saya yang 6 tahun di swasta dan sudah 6 tahun di pns beda sekali.....why..?? Pertama Sukses....!!! Yang pasti sukses bukan miliknya seorang pns...bayangkan aja kalo latarbelakang pendidikannya sarjana komputer...di pns pasti dia hanya bekerja dengan microsoft office sedangkan ilmu yang lainnya hilang begitu aja....n yang pasti sudah jauh dari kata sukses. Kedua Kaya...!!! Yang pasti kaya bukanlah miliknya seorang pns...saya bekerja di swasta 6 tahun sudah bisa memiliki mobil dan rumah....tapi sudah 6 tahun di pns hampir2 motor aja saya kredit walaupun jabatan saya kepala seksi... Jadi saya mau tekankan disini bahwa semua pekerjaan pada intinya sama....tidak ada pns lebih baik dari swasta atau wiraswasta...karena saya yakin bahwa pekerjaan apapun kalau kita bekerja dengan penuh tanggung jawab pasti akan sangat berarti....jadi jangan berkecil hati yang belum menjadi pns..karena menurut saya sukses dan kaya bukan miliknya seorang pns...thx PK