»Home » Regional NTT » Tirosa »
123 Formasi CPNS Sabu Tidak Terisi
THOBIAS ULY
Rabu, 30 Desember 2009 | 09:34 WITA

Dia mengatakan, ke-123 formasi guru dan tenaga kesehatan itu memang tidak ada yang melamar. "Iya betul, ada sekitar 123 formasi yang tidak terisi. Formasi ini untuk tenaga kesehatan dan guru," jelasnya.

Tenaga kesehatan yang tidak terisi itu berupa tenaga keperawatan dan dokter. Tahun ini, tenaga dokter di Sabu dibuka tiga formasi namun yang melamar hanya dua orang saja yang otomatis lulus. Satu formasi lowong. Hal yang sama juga terjadi pada jenis tenaga kesehatan lainnya.

Sedangkan tenaga guru ada sekitar 70 formasi yang tidak terisi karena tidak ada yang melamar. Formasi tersebut antara lain guru matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), fisika, kimia dan guru sekolah kejuruan.
"Untuk guru juga kurang pelamar," jelasnya.


Menurut dia, minimnya tenaga kesehatan yang melamar menjadi CPNSD di Sabu Raijua terkendala pada ketersediaan lulusan tenaga kesehatan yang ada di Sabu. "Anak-anak Sabu sulit diterima di sekolah kesehatan," katanya. (alf)
 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 105 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Sumber Daya Manusia Sabu butuh di Benahi biar kelak Orang Orang Sabu sendiri yang isi kekosongan kekosongan itu , Untuk permerintah Sabu ,, jangan Tanggung Tanggung ngeluarin Biaya Buat Sekolahkan Putra Sabu Sendiri,, Dokter Ah;li kalo bisa Orang Sabu juga Perawat perawat nya ,,Kasih biya bea siswa yang banyak buat anak anak sabu mendapat s1 kejuruannya , agar tidak memberikan orang luar daerah memperkaya diri disabu , , bukan sukuisme tapi semata membangun diri sendiri , dari orang orang Sabu sendiri , semoga dipake usul ini tanks ya

Komentar Oleh: Dhany | Jumat, 1 Januari 2010 | 10:56 WITA

Pemerintah kabupaten Landak/Ngabang Kalimantan Barat, sejak tahun 2004/2005 sampai saat ini, setiap tahun selalu mengirim ratusan Putra - Putri daerah mereka ke Salatiga, Jogja, Bandung dan Jakarta, (Beasiswa penuh) untuk mendapatkan pendidikan di bidang Kesehatan, Pendidikan dan Teknologi, yang kemudian mereka akan pulang ke daerah asal mereka dan membangun daerah mereka tersebut. Beasiswa itu dari anggaran pendidikan daerah yang ada setiap tahun. Alasan yang saya tahu dan saya dengar sendiri dari mereka adalah karena pemerintah mereka mengharapkan Putra Putri daerah mereka yang kemudian bisa mengembangkan semua sektor yang ada di daerah mereka ketimbang orang – orang luar daerah yang datang ke daerah mereka. Ini hanya merupakan salah satu contoh kalau ada perhatian dari Pemerintah, masalah seperti yang diberitakan di atas dapat diatasi. Thanks Pos Kupang,…. Hepi Nyu Yer *_*

Komentar Oleh: John Sakunab | Kamis, 31 Desember 2009 | 21:12 WITA

Masalah sudah jelas, guru eksakta, dokter, paramedis tidak terisi. Penyebabnya antara lain keterbelakangan dalam pendidikan, sosial dan ekonomi. Guru eksakta membutuhkan kecerdasan yang ditunjang gizi baik, mustahil bila mereka minum tuak saja tanpa protein hewani yang memadai. Penyebab dokter dan paramedis karena pendidikan ini sangat mahal tentu tidak terjangkau oleh ekonomi merka yang sangat meprihatinkan.........terus apa solusinya.........calon balon Bupati siapapun anda hukumnya wajib memedulikan masalah ekonomi, pendidikan murah dan kesehatan yang baik untuk rakyat Sabu-Raijua...Selamat berjuang!, GBU

Komentar Oleh: Marloyati Rohi | Rabu, 30 Desember 2009 | 10:21 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 10:53 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 13:40 WITA
Senin, 6 Februari 2012 | 12:29 WITA