»Home » Kupang News » Kupang Plus »
Tarif Esek-esek di KD Akan Ditetapkan
ilustrasi
Ilustrasi
Selasa, 29 Desember 2009 | 11:00 WITA

"Saya sudah panggil para germo untuk mempertanyakan tarif disana, ternyata tidak ada tarif tetap. Tarif ditetapkan saat transaksi oleh PSK bersama pengunjung. Jadi setelah mereka masuk kamar dan disetujui harga berapa baru transaksi dilakukan. Saya sudah minta agar para germo segera menetapkan tarif untuk untuk menghindari hal-hal yang tidak diingikan," kata Ndaparoka.

Selain lokalisasi KD, kata Ndaparoka, pihaknya juga menangani masalah tempat pemakaman umum (TPU). Menurut Ndaparoka, pengelolaan TPU Fatukoa misalnya, dilengkapi dua unit mobil ambulance dan sembilan tenaga penggali kubur yang selalu siap setiap saat melayani masyarakat.

Ditambahkannya, Dinsos Kota Kupang, juga telah menyiapkan bantuan tanggap darurat berupa makanan dan tenda. "Bantuan tanggap darurat cukup untuk mengatasi bencana tahun ini. Jika rumah korban rusak total maka dinas langsung membuka tenda dan dapur umum untuk meringankan beban mereka," katanya.

Ndaparoka mengatakan, bantuan sudah mulai diberikan korban banjir sejak hujan pertama di Kota Kupang. Selain bantuan tanggap darurat di darat, kata Ndaparoka, pihaknya telah mendapat bantuan satu unit kapal motor bermesin tempel dari Departemen Sosial RI untuk tanggap darurat di laut. Namun, lanjut Ndaparoka, kapal tersebut belum dilengkapi mesin, sehingga belum bisa dimanfaatkan. (mas)
 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 186 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 4 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

mending kembali kan itu mba2 jawa ko dong pulang kmbali pi dong pu daerah.jang pi bikin tambah rusak generasi kota kupang..aq cm kwatir nti dolli bs pindah ke kupang..trims

Komentar Oleh: david | Rabu, 9 Februari 2011 | 14:24 WITA

Waduh Bupati dan Walikotanya ternyata doyan selangkangan impor jawa ya.... sampai2 tarif lendir aja mau diatur... luar biasa kota yg terkenal dgn religinya ini.... selamat buat pak walikota dan bupati..... sukses selalu menunggu di kerak neraka jahanam

Komentar Oleh: yapi | Jumat, 28 Januari 2011 | 17:22 WITA

buntut2nya kota kupang jd kota mesum.....

Komentar Oleh: becky | Kamis, 27 Januari 2011 | 07:42 WITA

apakah dengan adanya "penerapan tarif" ini, kupang masih bisa disebut kotya yang religius? ketika moral tergerus oleh kepentingan ekonomi (baca : uang) semata, ketika itulah peradaban suatu bangsa mengawali kehancurannya...

Komentar Oleh: rolan | Senin, 24 Januari 2011 | 16:38 WITA

wow...kota kasih masih aja pelihara tu KD,mendingan di tutup aja tu!

Komentar Oleh: wempi | Selasa, 11 Januari 2011 | 22:16 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Rabu, 8 Februari 2012 | 11:08 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 11:03 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 11:00 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 09:57 WITA
Selasa, 7 Februari 2012 | 09:30 WITA