Menurut keterangan yang diperoleh Pos Kupang, Pater Amatus meninggal diduga karena serangan jantung. Pater Amatus menderita beberapa penyakit seperti gangguan ginjal, jantung, kista, kolesterol. Ketika meninggal, Pater Amatus sedang bertugas ke Jawa.
Sebelum tiba dan meninggal dunia di Surabaya, Pater Amatus mampir di Yogyakarta.
Rencananya, Pater Amatus kembali ke Ende, kemarin. Di Surabaya, Pater Amatus menginap di Biara Soverdi. Hari Minggu siang, Pater Amatus masih sempat ngobrol dan bersantai dengan rekan-rekannya di Soverdi Surabaya.
Jenazahnya diterbangkan dengan Lion Air dari Surabaya, Senin malam dan disemayamkan di Biara Soverdi, Kupang. Rekan- rekan kerja, para rohaniwan, dan anggota keluarga banyak yang melayat.
Sebelum menjabat sebagai Provinsial SVD Ende, pastor kelahiran Ngurabolo, Taka, Laja, Ngada ini berkarya sebagai dosen di STFK Ledalero. Dia ditahbiskan menjadi imam di Sankt Gabriel, Moedling, Wina, Austria 27 Mei 1989.
Pater Amatus meneruskan tugas sebagai Provinsial SVD Ende menggantikan Pater Dr. Niko Hayon, SVD, yang meninggal dunia Mei 2007. Tahun lalu, tepatnya bulan Juni 2008, Pater Amatus terpilih kembali dan diangkat menjadi Provinsial SVD Ende. Tugas sebagai pronvisial, seharusnya sampai 2011. (len)
Banyak orang kaget dengan kematian P.Amatus. Umurnya masih muda dan usia-usia merekalah sebetulnya sedang matang-matangnya menjadi pemimpin. Sedih karena dia mengidap berbagai macam penyakit. Anjuran untuk para biarawan/wati, tolong konsumsi makanan yang sehat dan atur pola makan alamiah. Kelihatan di biara-biara makanannya enak tapi banyak bumbu kimianya. Dan juga hidup persaudaraan harap semakin ditingkatkan dan dijalani secara rendah hati dan benar. jangan saling memfitnah dan saling menggunting satu sama lain, atau satu klik dengan klik yang lain.