Diduga api berawal dari gedung Balai Pantai dan Sungai. Sumber api belum diketahui jelas apakah dari arus pendek atau dari sumber lainnya.
Sejumlah saksi mata yang ditemui Pos Kupang di lokasi kejadian, Jumat (30/10/2009) malam, menyebutkan, api bermula dari bangunan yang selama ini digunakan oleh Balai Pantai kemudian ke Balai Sungai, selanjutnya merambat ke gedung yang lain.
Kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material juga belum diketahui.
Abdullah Kasim dan Husein, dua staf pada Dinas PU NTT mengatakan, saat kebakaran mereka sedang berada di bagian depan gedung utama. Mereka baru mengetahui kebakaran itu setelah mendengar terikan dari lokasi sumber kebakaran.
"Saat itu kami lagi duduk di bagian depan dan tiba-tiba ada suara teriakan. Kami keluar api sudah menyala besar. Api pertama berasal dari gedung Balai Pantai dan Sungai, kemudian merambat dengan cepat ke gedung yang lainnya," tutur Abdullah Kasim.
Dia menjelaskan, sumber api yang mereka lihat pertama muncul dari gedung yang terletak paling barat, yakni gedung Balai Pantai, Sungai, kemudian merambat ke gedung Survei dan Evaluasi, gedung Bagian Keuangan dan paling ujung gedung UPTD Timor. UPTD Timor juga terbakar, tapi tidak seluruhnya karena berhasil dipadamkan.
"Di gedung Balai Pantai dan Sungai ini biasanya untuk menangani proyek-proyek yang berhubungan dengan pantai dan sungai. Kedua balai ini berada di bawah koordinasi Balai Pengairan NTT. Bagian ini selalu menggunakan sumber dana dari APBN. Sedangkan untuk keuangan masih berada di dalam lingkup Dinas PU," katanya.
Ditanya apakah ada petugas yang menjaga kedua gedung itu, Abdullah, menjelaskan, dua gedung itu selalu dijaga oleh dua orang, yakni Marten dan Yanto. Kedua petugas itu, kata Abdullah, selalu menjaga gedung tersebut baik siang maupun malam.
Saat kejadian keduanya berada di dalam gedung itu. (yel/mas/den)
Perlu dicari apa dan siapa motif terjadinya kebakaran ini. Diusut tuntas