Do'i yang biasa disapa Rey ini pernah mengisi acara tarian daerah pada jambore tingkat Nasional (2005) di Bandung, mengikuti lomba menyanyi lagu daerah tngkat nasional mewakili NTT (2009) dan masih banyak lagi.
Rey yang pengen jadi businessman ini, mengaku kalau do'i sudah menyukai hal-hal yang berkaitan dengan budaya sejak umur 5 tahun. Anak ke dua dari pasangan Michel Samuel Berelaka dan Gertrudis Novianti Bereleka-Wora ini, mengatakan bahwa bakat seninya ini turun dari sang ayah tercinta.
Waktu ditanya mengapa dia tertarik dengan hal-hal berkaitan dengan budaya, Rey menjawab bahwa semua ini bukan masalah budaya tapi seni. "Saya menyukainya bukan karena masalah budaya tapi seni yang terkandung dalam budaya itu sendiri, baik tarian, lagu atau lainnya", ungkap cowok yang sekarang duduk di bangku kelas XII SMAK Giovanni Kupang.
Menurut si murah senyum ini, di era globalisasi seperti sekarang banyak banget remaja yang cenderung terbawa arus budaya luar (Westernisasi). Oleh karena itu, sebagai remaja NTT yang baik sudah seharusnya kita mempertahankan budaya kita. Two tumbs deh buat remaja seperti Rey. (siska-givans)