085 253 07X XXX : Syalom Pos Kupang. Mau tanya saja, apakah status STIKOM Uyelindo Kupang sudah terakreditasi? Mohon jawaban dari pengelolanya.
081 339 15X XXX : Salam Pos Kupang. Menanggapi apa yang disampaikan oleh Piter Bala Wukak S.H kepada PK Sabtu (22/8/2009), yang meminta agar aparat penyidik Polda serius menangani kasus pembunuhan Langodai, kami yang adalah juga masyarakat Lembata, sangat mendukung. Lebih cepat lebih baik.
085 339 00X XXX : Selamat pagi Pos Kupang. Ini untuk Rektor Unimor yang terhormat. Kami mahasiswa membutukan dosen dan layanan pendidikan yang memadai, karena kami melihat banyak dosen yang tidak serius mengajar. Banyak juga yang tidak menguasai materi kuliah. Jelas, kami sangat dirugikan. Mohon perhatian.
085 339 00X XXX: Selamat pagi Bapak Gubernur NTT, Bupti Sumba Barat Daya, Camat Kodi Bangedo. Apa kabar? Tolong bapak-bapak turun ke Desa Paneggo Ede melihat keadaan masyarakat yang lagi menangis menunggu perhatian dan sentuhan pembangunan.
085 239 26X XXX : Yth. Kapolda NTT dan Kapolres Belu. Tolong didik anak buah bapak yang berpangkat serka tapi kelakuan seperti preman. Kami masyarakat kecil merasa tidak nyaman dengan kelakuannya. Di mana citra polisi sebagai pengayom masyarakat? Trims PK.
085 239 26X XXX : Yth. Kepala Dinas PPO Kabupaten Belu. Kenapa guru TK yang ada di dinas belum dikembalikan ke sekolah? Ada beberapa TK di Kabupaten Belu mengeluh kurang guru, tapi bapak malah selundup guru di kantor. Apa kelebihan guru tersebut? Trims PK.
081 339 09X XXX : Pak Walikota Kupang yang terhormat. Saya heran, bapak gencar mengkampanyekan agar warga Kota Kupang cinta lingkungan. Bapak juga keluarkan dana ratusan juta rupiah untuk mendukung ajang KGC. Ironisnya, pimpinan SKPD bapak tidak menjadi contoh bagi warga bagaimana menata halaman dengan tanaman, baik itu bunga maupun pohon. Saya lihat di Kelurahan Oebobo, ada satu pimpinan SKPD yang halaman rumahnya kering dan gersang. Tidak ada satu pun pohon dan bunga dalam pot. Tanah yang luas justru disemen. Wah, tidak bisa menjadi contoh bagi warga.