Saat ini proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai dipercayakan kepada Fran Burton Internasional Indonesia yang kembali melakukan evakuasi bangkai kapal sejak lima hari lalu. Sebelumnya perusahaan yang berkedudukan di Singapura dan memiliki kantor di Indonesia pernah melakukan evakuasi, namun sempat terhenti beberapa bulan.
Jadil Abdullah, S.H, selaku pengawas lapangan evakuasi kepada Pos Kupang di Ende, Senin (14/9/2009), mengatakan, dalam proses evakuasi bangkai KM Nusa Damai kali ini pihaknya memprioritaskan mengeluarkan terlebih dulu barang yang ada di dalam perut kapal. Jika barang-barang tersebut telah dikeluarkan maka akan lebih mempermudah proses evakuasi selanjutnya.
Dikatakannya, saat ini diperkirakan ada 40 truk jenis Fuso dan sejumlah mobil pribadi. Jumlah kendaraan itu dinilai melebihi kapasitas kapal karena sesuai kapasitas mestinya kapal tersebut hanya diperbolehkan memuat 30 truk, namun yang terjadi justru melebihi ketentuan.
Menurut Jadil, secara teknis jika barang dari dalam bangkai KM Nusa Damai dikeluarkan maka pihaknya akan melanjutkan proses evakuasi dengan cara mengapungkan kapal menggunakan balon udara berkemampun tinggi. "Jika barang-barang dari dalam kapal telah dikeluarkan, kami akan menurunkan tim spesialis potong bawah air dan tim spesialis pengapungan. Kedua tim ini akan bekerja sama mengevakuasi bangkai KM Nusa Damai," katanya.
Jadil mengatakan, mengeluarkan barang dari dalam KM Nusa Damai merupakan prioritas karena jika telah dikeluarkan dari perut kapal maka dipastikan akan mempermudah proses evakuasi. Saat ini masih banyak barang yang ada di dalam perut kapal terutama truk maupun bahan berdaya ledak seperti tabung gas.
Tentang jangka waktu pelaksanaan evakuasi, Jadil mengatakan, pihaknya menargetkan satu bulan, namun tetap diusahakan secepatnya. Hal ini terkait biaya evakuasi yang cukup tinggi seperti menyewa kapal tongkang.
Untuk menyewa tongkang dalam waktu 10 hari diperlukan biaya Rp 700 juta. "Kami akan berusaha agar lebih cepat agar bisa menghemat biaya dan kolam labuh bebas bangkai kapal serta secepatnya dapat dimanfaatkan bagi kapal untuk beraktivitas," kata Jadil.
Disaksikan Pos Kupang, pekerja dari Fran Burton Internasional Indonesia sedang mengevakuasi bangkai KM Nusa Damai, Senin (14/9/2009) di kolam labuh Pelabuhan Ippi-Ende. Terlihat barang-barang yang telah berhasil dikeluarkan dari dalam bangkai kapal dimuat diatas sebuah kapal tongkang termasuk sejumlah truk Fuso. Kondisi truk telah rusak bahkan nyaris hancur akibat terendam air laut selama lima tahun. (rom)
saya banyak membaca tentang km nusa damai, kok repot amat keliatannya, udah 6 thn dibiarkan, sekarang masalahnya siapa yang akan bayar bila kapal tersebut diapungkan, menurut aturan sih yang punya kapal, saya dengar udah di hibahkan ke pemda/bupati, saya siap apungkan atau angkat km nusa damai, tp siapa yang bayar saya setelah ngapung, saya pake biaya sendiri dulu gitu luh, begitu aja kok repot.
Semoga Evakuasi berhasil dan secepatnya, sehingga perokonomian ende pulih dan stabil sekali sediakala, trima kasih untuk bupati ende dan Kadis Perhubungan yang telah mengupayakan melobi ke pusat sehingga terlaksana evakuasi ini, semoga sukses