»Home » Regional NTT » Humbalorata »
Eugenius Moa
Ande Manuk: Saya Tahu Kegiatan Anak Saya
Rabu, 29 Juli 2009 | 14:47 WITA
Apalagi kasus itu bukan tindak pidana biasa melainkan pembunuhan berencana yang selama ini menyita perhatian publik. 
 
 
Pada hari  Selasa (28/7/2009) sekitar pukul 14.30 Wita, Andreas Duli Manuk menggelar jumpa pers di rumah jabatan Bupati Lembata di Jalan Trans Lembata, tempat ia berkantor selama beberapa bulan belakangan ini.  
 
Dia bicara dalam kapasitasnya sebagai Bupati Lembata,  kepala daerah dan kepala wilayah. Pemkab Lembata, demikian Ande,  tidak pernah tinggal diam sejak awal kasus kematian ini. 
 
"Apakah kita bantu orang kita perlu publikasi? Orang kampung yang mati saja diperhatikan, apalagi pegawai negeri yang baru kembali dari tugas. Pemerintah wajib memberikan perhatian," katanya.
 
Jumpa pers itu dihadiri Wabup Lembata, Drs. Andreas Nula Liliweri, Sekda, Drs. Petrus Toda Atawolo  dan Asisten Pemerintah Setda Lembata, Ir. Lukas Witak Lipataman. 
 
Dia menyatakan tidak akan menghalangi proses hukum  yang berlangsung. Ia mempersilakan penyidik  membuktikan apakah putrinya benar-benar terlibat atau tidak. Apabila  tidak terbukti,  ia akan menempuh upaya hukum  memulihkan nama baik anaknya.  
 
"Saya tahu kegiatan anak saya selama ini. Apapun yang mereka lakukan selalu disampaikan kepada saya. Tanggal 19 Mei, Erni berangkat ke Kupang. Ada banyak saksi yang melihatnya  dari Lewoleba ke Kupang. Demikian juga dari Kupang ke Denpasar. Saya  tidak  yakin Erni terlibat sangat jauh merencanakan pembunuhan terhadap Yohakim. Kami tidak mendidik anak kami  memiliki kelakuan seperti itu," tandas Ande.  
 
 Dia mengatakan, pengenaan status tersangka dalam surat panggilan kepada anaknya bukan sesuatu yang mudah.  Ia cukup kaget ketika membaca surat panggilan  yang  dikirim kemarin ke rumahnya  dimana Erni Manuk harus memenuhi panggilan polisi pada hari ini, Rabu (29/7/2009). 
 
Ande mengatakan telah menelepon putrinya untuk segera kembali ke Lewoleba guna memenuhi panggilan polisi. Namun, katanya, Erni belum bisa memenuhi  panggilan polisi hari ini karena masih berada di luar daerah.  Kemungkinan sekitar  Selasa pekan  depan, Erni baru bisa datang ke Mapolres Lembata. 
Apabila setelah diperiksa nanti Erni ditahan, dia mengatakan sudah siap menerima kenyataan itu. Namun dia menegaskan bahwa proses hukum harus menjunjung tinggi  asas praduga tak bersalah. 
 
Perlakukan yang diberikan harus wajar, bukan sebagai penjahat. Sebagai ayah  yang tetap mengasihi anaknya,  semua upaya hukum akan ditempuh. 
 
Dalam jumpa pers yersebut, Andreas Duli Manuk juga menyatakan menyesalkan penyitaan mobil Suzuki Vitara warna Merah EB 50 D di rumah jabatan bupati, Minggu (26/7/2009). Dia menilai penyitaan itu begitu demonstratif, disaksikan wartawan dan masyarakat Lewoleba.  Ia tak mengetahui dari mana, masyarakat bisa sedemikian banyak datang ke lokasi. Lagipula rumah yang ditempatinya sekaligus merupakan rumah jabatan  bupati  itu terikat dengan aturan protokoler pemerintahan. 
 
 "Pada hari Minggu itu saya tidur siang.  Itu hak saya, namun  saya tidak pernah menghalang-halangi penyitaan. Namun,  kejadian hari Minggu itu, siapa pun pasti marah ketika banyak orang berada di dalam halaman rumahnya. Yang saya sesalkan,  kenapa penyitaan dilakukan sangat   demonstratif, semua orang harus tahu. Hanya ambil mobil saja kok. Mobil ini sengaja ditempatkan di tengah antara mobil dinas dan mobil nisan terano, supaya tidak bisa dibawa keluar sembarangan. Kuncinya juga diamakan dan tak boleh sembarangan dipakai, " tandas Ande. 
 

Bilamana  dapat dibuktikan mobil merah ini  digunakan untuk tindak kejahatan, Ande mengatakan bahwa mobil tersebut  tak akan diambil pulang, namun diserahkan kepada kepolisian untuk kepentingan polisi.  (ius)  

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 144 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 2 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Topiknya : Saya tau kegiatan anak saya..( kata ande manuk ) berarti bapak juga tau dong dengan keterlibatan anak bapak dalam konspirasi pembunuhan YLD logikanyakan begitu pak....atau jangan-jangan mir X yang selama ini masih misterius jangan jangan anda ?

Komentar Oleh: Teddy Belalawe | Selasa, 9 Maret 2010 | 11:31 WITA

Kekuasaan kadang begitu menggoda, apalagi dikaitkan dengan uang. Ini refleksi bagi kita semua, jika berkuasa, sebaiknya mengambil garis pemisah dan jarak yang tegas dengan keluarga (istri/suami, anak) jika menyangkut tugas-tugas kedinasan. Bapak Bupati Andreas Manuk sebetulnya sangat berpengalaman dan dikenal cukup bijaksana (saya tahu sejak jadi camat di Omesuri, beliau amat dicintai masyarakat), namun kita tidak mengerti mengapa keluarganya (putri yg dimaksud) cukup jauh terlibat dalam kerja kedinasan Bapaknya (ini yang sering saya dengar). Kita hormati proses hukum, kita terima bahwa kita harus refleksi diri (semuanya) bagaimana peran masing2. Gereja? Saya nilai tidur selama ini. Asyik sendiri. Lihat saja moral masyarakat terdegradasi. Kita doakan agar Lembata cepat keluar dari krisis ini. Salam !!

Komentar Oleh: Pieter P Pureklolong | Jumat, 31 Juli 2009 | 11:09 WITA

Ternyata masyarakatBapak lebih tajam penciumannya. Mereka sudah mencium borok yang tersembunyi di balik mobil Suzuki Vitara warna Merah EB 50 D yang parkir di rumah bapak. Sementara Bapak sendiri? Sudahkah Bapak mencium borok itu. Kehadiran khalayak ramai menjadi lonceng yang rupanya berhasil membangunkan bapak agar bisa mencium borok yang selama ini dekat dengan Bapak. So tak perlu menghakimi massa, tapi hakimilah diri sendiri.

Komentar Oleh: Hyro HukuLejap | Kamis, 30 Juli 2009 | 20:56 WITA

menanggapi pernyataan bp.Andreas Duli Manuk terkait penetapan anaknya Erni Manuk dalam kasus pembunuhan berencana yg mengakibatkan kematian Joakim Langoday perlu kita sikapi secara kritis.Kita semua harus mendukung dan mengawal proses hukum yg saat ini sedang berjalan tanpa melupakan asas praduga tk bersalah.Hukum harus ditegakan tanpa pandang bulu,kepolisian kabupaten lembata kembali di uji profesionalisme kerjanya d tengah rasa pesimis masyarakat terhadap berbagai kasus hukum d lembata yg tdk jelas penyelesaiannya.ketua Lingkar Muda Lembata (LINGKAR MATA) JAKARTA RAYA

Komentar Oleh: jufri erdogan | Kamis, 30 Juli 2009 | 18:34 WITA

Wajar pak, karena ini kasus yang baru di Lembata, apalagi ini pembunuhan berencana. Yang membuat masyarakat ingin melihat adalah bagaimana reaksi bapak sebagai bupati, pemimpin wilayah, dan juga seorang public figure setelah megetahui anak bapak sebagai tersangka dalang pembunuhan. Soal ambil mobil hari minggu juga tidak usah bapak komentar karena itu hak penyidik yang juga diatur lewat undang-undang. Jangankan rumah jabatan bupati, rumah jabatan presiden sekalipun bukan jadi halangan dan pembatas bagi penyidik untuk mengungkap suatu tindak kejahatan. Gimana kalau di rumah jabatan itu bersembunyi Nurdin M. Top apa Densos 88 hanya tunggu di luar pagar? heee pak, pak, paaaak,. Tanpa komperensi pers juga masyrakat lembata sudah tau tapi mereka los, buat apa hambur-hambur uang rakyat. Yang ingin kami tau lewat komprensi pers adalah bapak mengakui di hadapan public lembata bahwa bapak gagal menjadi seorang kepala keluarga.

Komentar Oleh: Blasius Dogel Lejap | Rabu, 29 Juli 2009 | 23:52 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Jumat, 3 Februari 2012 | 23:42 WITA
Jumat, 3 Februari 2012 | 10:15 WITA
Jumat, 20 Januari 2012 | 09:58 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 09:36 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 00:21 WITA