»Home » Regional NTT » Humbalorata »
eugenius moa
Kasus Pembunuhan Langoday: Empat Tersangka Dilepas
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Tersangka Lambertus Bedi Langoday (baju kaos you can see) digiring anggota Direskrim Polda NTT, Aiptu Moris Laka, menuju mobil patroli polisi dan dibawa ke Mapolres Lembata.
Selasa, 28 Juli 2009 | 09:05 WITA


Sedangkan tiga tersangka lainnya, yaitu Lambertus Bedi Langoday, Mathias Bala dan Muhammad Kapitan masih ditahan.

Sebelumnya, Kapolres Lembata, AKBP Marthin Johannis, S.H, kepada wartawan di ruang kerjanya usai penangkapan keempat tersangka, Jumat (24/7/2009), mengatakan, keempat tersangka tersebut bersama- sama tiga tersangka lainnya terlibat pembunuhan korban Langoday.

Kapolres juga menegaskan bahwa semua tersangka  tidak akan  dilepas sampai seluruh proses hukum kasus ini tuntas.  Namun, penyidik belum berhasil dikonfirmasi  mengenai dilepasnya keempat tersangka itu. Informasi yang dihimpun Pos Kupang, Senin (27/7/2009) siang, menyebutkan, dilepasnya empat tersangka itu boleh jadi merupakan taktik penyidik untuk memancing reaksi dari tiga tersangka lain.

Catatan Pos Kupang, dari  tiga tersangka yang masih mendekam dalam sel Mapoles Lembata, hanya Bala yang relatif  koperatif dengan penyidik. Ia telah "membuka kartu" mengenai keterlibatanya dan tersangka lain, juga tentang digunakannya  mobil Suzuki Vitara merah milik Theresia Abon Manuk alias Erni Manuk oleh para pelaku untuk pergi menghabisi korban.

Tersangka Bedi Langoday yang adalah adik kandung korban, semula kooperatif namun belakangan mulai  tutup mulut. Sedangkan tersangka Kapitan masih membantah keterlibatannya dalam  kasus pembunuhan Kepala Sub Dinas Pengawasan Laut dan  Pantai Dinas Perikanan Kabupaten Lembata  itu.

Hari  Senin kemarin, keempat tersangka yang sudah dilepas itu terlihat hadir di Mapolres Lembata. Aji Aries dihadirkan di dalam ruang  penyidikan untuk dikonfrontir keterangannya  dengan tersangka Kapitan  dan saksi Goris Making.

Keberadaan Erni Manuk
Goris Making kepada Pos Kupang di Mapolres Lembata menyatakan  ia  dikonfrontir keterangannya mengenai keberadaan Erni Manuk di Lembata pada hari hari Selasa (19/5/2009). Goris, hari itu mengurus surat keterangan fiskal di Dinas  Pendapatan Penerimaan, Keuangan dan Aset Daerah  (PPKAD) mengaku bertemu Erni Manuk, Bambang dan Kapitan di kantor Bupati Lembata.

Erni Manuk, kata Goris,  menegurnya dengan menyatakan caleg kalah. "Bukti saya ketemu dia saat itu karena saya datang ke sana urus fiskal untuk ikut tender. Dia (Erni Manuk, Red) katakan 'hei caleg kalah'. Saya jawab dia, kita akan dukung. Saya omong dalam  jarak yang dekat," kata Goris.

Abubakar, kepada Pos Kupang kemarin menegaskan dirinya sama sekali tak tersangkut paut kasus kematian Yohakim Langoday.

"Kami empat orang dilepas, tetapi setiap hari  masih wajib lapor. Keadaan seperti ini, saya  tidak  bisa ke kampung-kampung  timbang rumput laut.  Sudah dua hari, saya tidak bisa kerja.  Saya rugi," kata pria asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini.

Abubakar,  ayah lima anak ini tinggal di Lewoleba sejak  1990.  Ia mengaku cukup dekat dengan korban dan adiknya Karolus Langoday. (ius)
 

Editor : »» Penulis : »» Sumber :
Dibaca 98 kali  »»  Dikomentari 0 kali »» Share on Facebook »»
<< Awal < Sebelumnya | 1 dari 1 Halaman Komentar | Selanjutnya > Akhir >>

Buka matahati dan lihatlah kebenaran, janganlah uang menutupi kebenaran dengan kekejian. Singkirkan para pembunuh dari bumi Lembata, perbuatan itu terlalu hina jangan mengotori bumi yang tenang dan damai hanya karena uang.

Komentar Oleh: Rofinus Emi Lejap | Selasa, 28 Juli 2009 | 14:17 WITA

Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau bermaksud SARA.
komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Tiang Listrik Miring
Galeri POS KUPANG
Tiang Listrik Miring
more on galeri foto
Jumat, 3 Februari 2012 | 23:42 WITA
Jumat, 3 Februari 2012 | 10:15 WITA
Jumat, 20 Januari 2012 | 09:58 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 09:36 WITA
Rabu, 18 Januari 2012 | 00:21 WITA