17 Pembunuhan Yohakim Langoday: Empat Pelaku Diciduk - Pos Kupang
Pos Kupang
Pembunuhan Yohakim Langoday: Empat Pelaku Diciduk
Sabtu, 25 Juli 2009 09:51 WITA
Share |
Berita Terkait


Empat pelaku yang ditangkap polisi Jumat kemarin, yakni   Abubakar  alias Abu (41), Gori Alexander (44),  Aries Langobelen  (33),  dan  Muhamad Hasan Ratuloli  alias Aji Eros (32). Keempat pelaku ini ditangkap menyusul hasil pengembangan pemeriksaan terhadap tiga tersangka pelaku yang ditangkap polisi pada Rabu (22/7/2009),  yakni Lambertus Bedi Langoday, Mathias Bala,  dan Muhammad Kapitan.

Dengan ditangkapnya empat pelaku tersebut, maka sementara ini jumlah pelaku pembunuhan Yohakim Laka Loi Langoday,  Kepala Bidang Pengawasan Laut dan Pantai pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, yang  ditemukan tewas di hutan bakau sebelah timur Bandara  Wunopito, Rabu (20/5/2009), sekitar pukul 15.00 Wita, menjadi tujuh orang pelaku.

Penangkapan empat pelaku pembunuhan Yohakim  berjalan lancar  berlangsung sekitar satu  jam dimulai sekitar pukul 08.20 Wita  dan berakhir  pukul 09.45 Wita. Penangkapan dipimpin Ketua Tim Penyidik Direktorat  Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda NTT, AKP Yeter Benediktus Selan,  bersama Kasat Reskrim  AKP I Gede Putra Yasse, Aiptu Buang Sine, dan  Bripka Anung Moris Ilu, serta  belasan anggota Serse dan Intelkam.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Lembata, AKBP Marthin Johannis, S.H,  dan Ketua Tim Penyidik Direskrim Polda NTT, AKP Yeter B Selan, menjelaskan, penangkapan empat tersangka  setelah pengembangan penyidikan  tersangka Bedi Langoday. Bedi yang adalah adik kandung korban, kata Yeter Selan, mengaku keempat tersangka ini merupakan eksekutor yang berada di tempat kejadian perkara (TKP) sampai menghilangkan nyawa Yohakim.

Pengakuan Bedi disampaikan kepada penyidik hari Jumat dini hari. Ia menyatakan, Bala, Kapitan, Aji Eros, Gori,  Aries dan  Abubakar berada di TKP. "Ya, mereka berada  di TKP bersama-sama. Jadi kalau sudah lengkap, lalu ada pengembangan baru lagi, kita akan kembangkan.  Mereka semua eksekutor yang membunuh Yohakim. Mereka   berada   di sana sampai menghilangkan nyawa orang," kata Yeter, didampingi Gede Putra Yasse, kepada Pos Kupang di Mapolres Lembata, Jumat (24/7/2009).

Ditanya bagaimana caranya mereka membunuh Yohakim,  apakah dengan menjerat atau mencekik?  Marthin Johannis mengatakan, penangkapan  empat tersangka berdasarkan pengembangan  keterangan  Bedi,  Bala dan Kapitan, yang ditangkap bersamaaan hari Rabu lalu.

"Berdasarkan pengakuannya (Bedi, Red) itu,  kita lakukan penangkapan. Apa yang dikatakan kepada penyidik? Untuk dia,   belum menjelaskan bahwa dia sebagai eksekutor. Tetapi,  dia ada di TKP bersama dengan mereka-mereka ini (Bala, Kapitan, Aji Eros, Gori, Aries, Abubakar), " kata Johannis.

Johannis mengatakan, kemungkinan masih ada lagi tersangka yang akan ditangkap. Tujuh orang  pelaku  yang telah menginap di  tahanan Mapolres Lembata merupakan  pelaku lapangan. Dalam pengembangan penyidikan  kemungkinan masih bisa didapatkan pelaku yang lain. Johannis kembali menegaskan, semua pelaku yang ditahan penyidik tidak akan dilepas sampai seluruh proses  hukum kasus ini tuntas.
                             
Drama Penangkapan
Drama penangkapan empat tersangka pembunuhan,  Jumat pagi  sekitar pukul 08.20 Wita kemarin berlangsung cepat. Saat  itu  belum banyak warga beraktivitas di luar rumah, kecuali  pegawai negeri sipil (PNS) sejak pukul 06.00 Wita, sudah mulai  memenuhi jalan raya menuju kantor. Hari itu kegiatan olahraga.

Abubakar, warga Rayuan Kelapa  Timur, Kelurahan Lewoleba Utara,  target pertama diciduk dari kediamannya. Kedatangan  penyidik mengagetkan warga yang bermukim di pesisir pantai dan sebagian besar  berprofesi  nelayan itu.  Mereka baru saja menjemur ikan di halaman rumahnya. Mobil patroli dikemudikan  Gede Putra Yasse berhenti di depan rumah Abubakar.

Ternyata pelaku yang dicari berada di  rumah tetangganya dan baru saja selesai menjemur ikan di halaman rumah itu. Ia dijemput Yeter Selan dan dibawa ke dalam ruang tamu rumahnya. Tanpa   basa-basi, Yeter membacakan  tugasnya  dan surat penangkapan dalam kasus pembunuhan berencana.

Abubakar kaget ketika dinyatakan sebagai tersangka pembunuhan berencana Yohakim. Ia mengira hanya dipanggil dimintai keterangan seperti  sebelumnya.

Istri Abubakar, Ny. Nurbaya juga kaget ketika  suaminya dinyatakan sebagai tersangka kematian Yohakim. Ia tak berdaya dan menyerahkan suaminya yang mengenakan celana loreng mirip seragam Kopasus dan baju kaus tanpa kerah digiring menuju mobil patroli.

Pos Kupang  yang menanyakan  penangkapan suaminya, ibu lima orang anak ini mengaku tidak tahu. "Terus terang, saya juga tidak tahu. Ditangkap pasal apa saja, saya  tidak tahu," katanya.

Terkait kasus Yohakim? "Oh, tidak," timpalnya.

Setelah menangkap Abubakar,  tim menuju  ke Kantor Kejaksaan Negeri Lewoleba di Lusikawak, Kelurahan Lewoleba Barat untuk menangkap  Gori Alexander. Staf Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Lembata, itu berseragam dinas harian  Satpol PP, bertamu di rumah Kasi Pidsus. Gori baru berada di rumah  itu sekitar 10 menit.

Mobil patroli berhenti di depan rumah dinas para jaksa, belakang Kejari Lewoleba.  Gori  tampak kaget. Hari Rabu   petang, ia  diperiksa penyidik di Mapolres, terkait dengan aktivitas menghubungi seorang dukun. Ketua tim penyidik, AKP Yeter Selan, menemui pemilik rumah menyampaikan maksudnya  ingin bertemu Gori.

Gori tampak gugup dan buru-buru keluar dari dalam rumah mengenakan sepatu di teras rumah. Ia berjalan diapit Yeter dan Moris keluar  dari halaman rumah menuju mobil tahanan.  Sebatang rokok sampoerna yang diisapnya diperintahkan dibuang.  Dibacakanlah surat perintah penangkapan dan ditahan kasus pembunuhan berencana, Gori tak tampak kaget. Ia membubuhkan tanda tangan. Tangannya diborgol dan dinaikkan ke dalam mobil tahanan menuju Mapolres Lembata.

Arif  Kanahau, pemilik rumah ini mengaku kaget kehadiran  Gori di rumahnya pagi kemarin. Tak biasanya ia bertamu pagi-pagi ke rumahnya, ketika ia baru saja kembali mengantar istrinya ke kantor. "Dia  belum sempat omong apa-apa.  Saya juga belum tahu dia  ada urusan apa. Kebetulan saya juga masih pakai handuk mau mandi, saat dia datang, " ujar Arif kepada Pos Kupang.

Setelah mengamankan  Abubakar dan Gori  di ruang tahanan, tim penyidik bergerak ke arah timur Lewoleba. Aries Langobelen yang menjadi target ketiga  telah  lebih dahulu diamankan Kasat Intelkam, Aiptu Rudi Radja dan para personilnya. Ia hanya menunggu dijemput  penyidik.

Aries,  residivis kasus pencurian kulkas, statvolt dan mesin faximile dari ruangan kerja Kadis Kesehatan Lembata, dr. Jhoni Laoh, tiga tahun silam. Tak  banyak bereaksi  ketika  penyidik datang ke rumahnya. Seisi rumah tampak bingung,  belasan anggota Polres berpakaian preman memenuhi seluruh rumah.

Ia tak gugup.  Surat perintah yang telah dibacakan tim penyidik dibacanya ulang sebelum dibubuhkan tanda tangan.  Ia tidak protes ketika penyidik menggiring menuju mobil patroli.

Dari arah timur, tim penyidik menuju ke barat ke rumah Aji Eros.  Tiba  di lokasi, puluhan warga Kampung Rayuan Kelapa telah memenuhi halaman rumahnya karena anggota Polres sudah berada di lokasi mengamankan Aji lebih dulu.

Belum lama bangun tidur dan matanya terlihat masih sembab,  Aji diserahkan anggota Polres kepada tim penyidik. Surat perintah penangkapan dibacakan. Pria bertubuh tambun pendek ini membubuhkan tanda tangannya pada surat penangkapan.  Tangan diborgol dan dibawa menuju mobil  patroli ke Mapolres Lembata.  (ius)