Korban Dedy Willa yang sudah menghembuskan napasnya, langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johannes, Kupang. Ia disemayamkan di ruang pemulasaran jenazah untuk dibersihkan dan dimandikan. Hingga pukul 16.30 Wita, sebab kecelakaan belum jelas. Informasi yang dihimpun di tempat kejadian perkara (TKP), korban tewas karena ditabrak truk.
Kapolsekta Maulafa, Iptu Veronika Beribe juga mengatakan hal yang sama ketika ditemui di ruang kerjanya sekitar satu jam setelah kasus lakalantas ini.
"Informasi yang kami himpun, korban berlawanan arah dengan truk yang diduga tabrak dia. Truknya dari arah BTN menuju Kupang, sedangkan korban dari arah berlawanan. Nama korban dan kejadian yang sebenarnya silahkan tanya di lantas karena mereka yang tangani. Sopirnya sudah menyerahkan diri ke aparat di Pos Lantas El Tari I," jelas Beribe.
Sopir truk tersebut, Anton Un, ketika ditemui di Pos Lantas El Tari I, menjelaskan, ia dan korban bersamaan arah menuju Kupang. Menurutnya, posisi sepeda motor yang dikendarai korban berada di belakang kendaraannya. Dia juga menyangkal menabrak korban.
"Dia ada di belakang beta. Tadi dia mau melambung, tetapi karena ada kijang dari bawah (dari arah Oepura, Red) dia mungkin kaget dan jatuh lalu tempias kena di oto. Beta sonde tabrak dia. Kalau tabrak na masa tidak ada bekas di oto," ujar Anton Un didampingi pemilik dump truk ini, Sihite, warga Kelurahan Oebufu, Kecamatan Oebobo.
Tiga anggota Lantas Polresta Kupang sekitar pukul 15.30 Wita menemui Anton Un dan memeriksa kondisi truk bernomor polisi DH 9159 DA. Dump truk ini bermuatan batu putih yang menurut Anton Un merupakan pesanan seseorang di Kelurahan Liliba.
Dari pengamatan polisi dan beberapa wartawan, tidak ditemukan bekas tabrakan di depan, samping ataupun bagian belakang truk ini. Hal yang sama juga terlihat pada sepeda motor korban yang dimuat di atas mobil Lantas Polresta Kupang. Pada sepeda motor Karisma dengan nomor polisi DH 5239 TA, sama sekali tidak ditemukan goresan bekas tabrakan.
Seorang anggota Lantas sempat berkomentar," Tidak masuk akal. Kalau percaya keterangan sopir, tetapi di TKP tadi saksi yang cerita bahwa mereka berlawanan arah dan truk yang tabrak dia. Tetapi kalau tabrakan, kenapa tidak ada bekas goresan di sepeda motor korban maupun di truk". Anggota Lantas yang enggan namanya dikorankan ini memastikan, pihaknya menahan truk dan sopir untuk dimintai keterangan. (dar)
tidak ada masalah dg gambar...itu jdi crminan bagi kita spaya brhati-hati di jln... GB all of us
saya setuju,,ini lah akibat tidak berhati hati,,,korban kecelakaan berjatuhan di jalan2 akibat tidak mematuhi rambu lalu lintas dan ugal ugalan pengendara,,,jadi pengguna kendaraan berhatii dan patuhi rambu lalu lintas,,,
Pos Kupang tolong untuk dihilangkan gambar ini...tidak etis !!!! kalau itu saudara kamu, apa kamu bersedia kalau saya mempostingkannya di seluruh media? tolong media kita dipakai untuk pemberitaan bukan campaign deterrent effect. sudah ada polisi untuk itu! Apa sudah tidak ada lagi etika pemberitaan di negeri kita ini? Darah itu kehidupan tidak untuk tontonan..harusnya malu nih sebagai orang beragama!
terlalu fulgar pengambilan gambar. kita semua sering berada di jalan, jd semua jg hrs hati2.
SAYA SANGAT SETUJU DENGAN GAMBAR ITU. MESKIPUN TIDAK SESUAI ETIKA TAPI REDAKSI SUDAH BERUSAHA MENYAMPAIKAN BERITA YANG KONGKRIT DAN MENJAWAB RASA KEINGIN TAHUAN PARA PEMBACA. TERIMA KASIH DAN LANJTKAN