Melonjaknya harga tiket pesawat terbang hampir terjadi pada semua operator penerbangan yang melayani rute dari dan ke Kupang, baik untuk luar wilayah NTT maupun antar-kota di NTT. Hal ini disampaikan Corporate Secretary PT Transnusa Air Services Kupang, Momi Surjatmoko, saat ditemui Pos Kupang di kantornya di Jalan Palapa-Kupang, Rabu (17/6/2009).
Momi menjelaskan, kurang lebih satu bulan terakhir atau sejak memasuki Juni 2009 ini, hampir semua manajemen penerbangan yang ada di Kupang menaikan harga tiket, baik yang melayani antar-kota dalam wilayah NTT maupun yang keluar NTT.
"Dasar menaikan harga tiket menyusul permintaan pemakai jasa tranportasi udara meningkat. Ini biasanya disebut masa pick season yaitu puncak permintaan tiket pemakai jasa angkutan udara meningkat. Dan, ini terjadi pada waktu tertentu atau situasional saja," kata Momi.
Dia mengatakan, permintaan tiket mulai meningkat biasanya saat memasuki bulan Juni hingga Agustus (masa liburan sekolah), kemudian memasuki akhir tahun menjelang Natal hingga memasuki tahun baru. Sedangkan pada bulan-bulan low seasion atau permintaan kurang biasanya pada bulan Februari.
"Jadi, dalam setahun terjadi dua kali peningkatan permintaan penumpang jasa angkutan udara. Puncaknya pada bulan Juli hingga Agustus. Begitu pula pada akhir tahun menjelang hari raya, apalagi jika ada hari besar keagamaan dari dua agama yang berdekatan, permintaan tiket meningkat," jelas Momi.
Pada situasi-situasi tersebut, lanjut Momi, pihak manajemen operator penerbangan menaikan harga tiket seperti saat ini, terjadi pembludakan penumpang pesawat karena adanya mobilisasi anak sekolah yang melanjutkan pendidikannya keluar NTT.
Menurut dia, permintaan pemakai jasa angkutan udara saat ini meningkat karena masyarakat ingin menyekolahkan anaknya ke sejumlah wilayah di NTT dan sebaliknya dari luar Kupang ke Kupang. Selain itu, lanjutnya, ada masyarakat yang melanjutkan pendidikan anaknya ke Nusa Tenggara Barat (NTB), Denpasar dan kota-kota di Pulau Jawa.
"Untuk ke Jawa seperti Surabaya dan Jakarta kami melakukan kerja sama dengan Mandala Airlines sehingga penumpang yang datang dari beberapa kota di NTT bisa langsung ke Jakarta atau Surabaya menggunakan pesawat Mandala Airlines," katanya.
Mengenai kenaikan harga tiket, Momi mencontohkan, tarif tiket pesawat Transnusa rute penerbangan Kupang - Alor dan Alor - Kupang naik dari Rp 546.000,00 menjadi Rp 579.000,00/penumpang. Jadi, lanjut Momi, ada kenaikan antara 10 persen sampai 15 persen.
Perubahan tarif tiket pesawat juga berlaku bagi armada Mandala Airlines. "Dalam bulan ini kami sudah dua kali mengalami perubahan tarif tiket pesawat, yaitu tanggal 6 Juni dan 12 Juni 2009. Perubahan tarif tiket ini disesuaikan dengan permintaan tiket yang selalu bergerak naik atau meningkat," kata Bernad, salah satu staf Mandala Airlines.
Informasi yang diperoleh dari beberapa operator penerbangan yang beroperasi ke dan dari NTT seperti Sriwijaya Air, Batavia Air, Garuda Indonesia dan Lion Air, harga tiket pesawat naik karena pemintaan pemakai jasa meningkat. (yel)
Armada Penerbangan yang Beroperasi di NTT
1. Merpati
2. TransNusa
3. Lion Air
4. Batavia Air
5. Sriwijaya Air
6. Mandala Airlines
7. Garuda Indonesia
8. Pelita Air