Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PPO) Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ir. Thobias Uly, M.Si, yang dihubungi Pos Kupang melalui telepon genggamnya, Selasa (9/6/2009).
Menurut Ully, saat ini Koordinator Panitia UN Tahun 2009, Drs. I Nyoman Mertha Yasa, sedang berada di Jakarta. Keberadaan kKoordinator UN, katanya, dalam rangka memonitor pemeriksaan UN. Dikatakannya, semua proses sedang berjalan dan untuk pengumuman UN akan tetap dilaksanakan sesuai dengan POS yang sudah dikeluarkan Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP).
Dijelaskannya, pengumuman akan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk daerah NTT, terkecuali daerah- daerah yang bermasalah dan harus melakukan ujian ulang. Menurut Uly, saat ini semua proses pemeriksaan berjalan aman dan tinggal diumumkan saja sesuai dengan POS. Segala proses, katanya, mulai dari scan oleh perguruan tinggi Undana Kupang untuk tingkat SMA sudah dilakukan maupun untuk tingkat SMP.
Menjawab pertanyaan wartawan soal adanya informasi pengumuman UN di NTT ditunda, Uly menegaskan, informasi tersebut tidak benar danmenyesatkan. "Tidak ada tunda-tunda, saya sudah suruh ketua panitia berangkat ke Jakarta.
Sesuai laporan dari panitia, semua proses berjalan aman dan akan diumumkan tanggal 12 Juni untuk SMA dan SMP tanggal 20 Juni. Saya kira kita semua bisa menciptakan suasana yang kondusif agar semuanya bisa berjalan aman dan lancar," kata Uly yang saat ini menjabat sebagai Penjabat Bupati Sabu Raijua.
Dikatakannya, soal pelanggaran UN, Uly mengatakan, sejauh ini tidak ada kendala yang berarti dan tidak ada pelanggaran. Menurutnya, ada beberapa kesalahan teknis yang terjadi di lapangan, tetapi langsung diatasi dan belum terkategori pelanggaran. Kesalahan tersebut, katanya, seperti jadwal pelaksanaan UN, misalnya dalam POS tertera, hari pertama adalah mata pelajaran bahasa Inggris.
Tetapi dalam slide yang disiapkan pusat berbeda, sehingga panitia UN kabupaten/kota terkadang keliru. Namun, katanya, semua kekeliruan tersebut segera diatasi sehingga proses pelaksanaan UN berjalan baik dan tepat pada waktunya.
Ia berharap persentase keluluan UN tahun 2009 lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya minimal mencapai 70 persen.
"Saya kira semua upaya sudah dilakukan oleh teman-teman di lapangan terutama di kabupaten/kota. Saya optimis persentase kelulusan meningkat mencapai 70 persen," katanya. (*)