Ketua Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) Kota Kupang, Linus Lusi, S. Pd saat ditemui di SDN Oetete 3- Kampung Baru-Kupang, Jumat (5/6/2009), menjelaskan, pemeriksaan lembar jawaban tersebut dilaksanakan serentak mulai Senin hingga Rabu (8-10/6/2009).
Sebelumnya, Jumat-Sabtu (5-6/6/2009), lembaran jawaban siswa tersebut dipasang sandi. "Pemasangan sandi untuk menjaga kerahasiaan dan kemurnian jawaban siswa," kata Lusi.
Pemeriksaan UAS dibagi menurut rayon. Rayon Maulafa berlangsung di SDN Oepura II, Rayon Alak di SDI Tenau, Rayon Kelapa Lima di SDN Kelapa Lima dan Rayon Oebobo di SDN Oetete 3.
Para pemeriksa UAS berjumlah 160 orang. Mereka merupakan utusan dari sekolah-sekolah peserta UAS. Mata pelajaran yang diuji dalam UAS yang berlangsung tanggal 27, 28 dan 29 Mei adalah Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) serta muatan lokal (Mulok).
Dijelaskannya, lembaran kerja yang sudah diperiksa selama tiga hari akan dikembalikan ke sekolah masing-masing. Hasil kerja siswa akan diberi skor (nilai), namun penentuan kelulusan akan dilakukan sekolah masing-masing sesuai standar kelulusan yang berlaku.
"Untuk standar kelulusan ini, sekolah umum minimal 5,0, sementara SSN (Sekolah Standar Nasional) dan SBI (Sekolah Berstandar Internasional) 5,25. Kita harap pada akhir bulan Juni ini, hasil UAS sudah bisa diumumkan," kata Lusi.
Di tempat yang sama, Ketua Rayon Kecamatan Oebobo yang juga Kepala SDN Oetete I, Ismail Paulus Non menjelaskan, peserta UAS di Rayon Oebobo sebanyak 1.804 orang dari 40 sekolah dan 10 gugus.
Menurut Non, sejauh ini belum ditemukan hambatan dalam proses pemeriksaan lembaran jawaban. "Kita masih melakukan pemeriksaan lembaran kerja. Pemeriksaan berjalan lancar," katanya.
Seperti disaksikan Pos Kupang di SDN Oetet 3, para guru yang mendapat tugas memeriksa lembaran jawaban UAS sibuk memeriksa soal-soal UAS.(alf)
Kepala Sekolah Optimis
KETUA MK3S Kota Kupang, Linus Lusi, S.Pd menjelaskan, para kepala sekolah di Kota Kupang optimis mendapat hasil baik dalam Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) Tahun 2009. Optimisme ini muncul setelah mengetahui soal- soal dalam UASBN hampir sama dengan soal-soal try out yang digelar tiga kali untuk siswa SD di Kota Kupang.
"Kita optimis tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu. Saya sudah ketemu teman-teman kepala sekolah. Mereka juga menunjukkan sikap optimis," kata Linus Lusi.
Dijelaskannya, nilai dalam UASBN dan UAS akan saling menunjang dalam penentuan kelulusan. "Penentu kelulusan bukan hanya UASBN, tetapi UAS juga. Biar UASBN baik, tapi UAS kuarang baik bisa menyebabkan nilai berkurang dan siswa tidak lulus," kata Lusi. (alf)