Kabupaten Sabu Raijua diresmikan menjadi kabupaten ke-21 di NTT pada 26 Mei 2009 lalu. Pesta rakyat tersebut dimulai dengan ritual pengukuhan Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, secara adat oleh Appu Lodo (tokoh adat Sabu, Red) di perkampungan megalitik, Namata, Seba, Jumat (5/6/2009) pagi. Ritual ini dihadiri tokoh adat, para camat di Sabu Raijua, dan masyarakat setempat.
Ritual yang dikenal dengan nama pe hae la kolo wowadu" ini bermaksud mengukuhkan Penjabat Bupati Sabu Raijua, Ir. Thobias Uly, sebagai seorang pemimpin baru yang mau peduli terhadap budaya lokal. Selain itu, ritual ini juga menjadi pertanda seorang pemimpin baru telah diterima masyarakatnya.
Usai ritual, pesta adat dilanjutkan di sebuah lapangan di perkampungan Ramenyiu Napae, Seba, pada pukul 17.00 Wita.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur NTT, Ir. Esthon Foenay, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, sejumlah anggota
DPRD NTT dan rombongan dari Kupang.
Dalam sambutannya, Thobias mengatakan, tidak ada dikotomi antara barat dan timur. Bagi Thobias, Sabu Raijua adalah satu kesatuan sebuah kabupaten yang harus dibangun bersama. "Sabu Raijua adalah milik kita bersama. Terima kasih untuk masyarakat Sabu Raijua yang telah mempercayai saya mempimpin kabupaten baru ini," seru Thobias.
Thobias menjelaskan, langkah pertama yang harus ditempuh adalah membenahi pembangunan sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan. Dikatakannya, untuk menunjang pembangunan tersebut, ia telah merancang penataan struktur pemerintahan sebanyak delapan dinas dan lima badan,
Untuk itu, kata Thobias, ia akan melakukan koordinasi dengan pemerintah propinsi dan kabupaten induk untuk mempersiapkan dan memfasilitasi pembentukan perangkat daerah sesuai dengan kebutuhan daerah. Ia juga berharap agar masyarakat Sabu Raijua di rantau kembali dan bersama-sama membangun Sabu Raijua ke depan.
Di tengah perayaan tersebut, Bupati Kupang, Ayub Titu Eki menyerahkan sumbangan hibah dari Pemerintah Kabupaten Kupang secara simbolis kepada Thobias.
Perayaan ini dimeriahkan atraksi budaya yang dibawakan perwakilan dari setiap kecamatan dan ditutup dengan atraksi kembang api. (aa)