Kanal

KPA Kota Kupang Lakukan Pelatihan Penjangkauan Bagi 43 WPA

Suasana kegiatan pelatihan penjangkauan yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kupang, Senin (10/9/2018) - pos kupang.com, gecio viona

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG COM | KUPANG - Sebanyak 43 kader Warga Peduli Aids (WPA) mengikuti pelatihan penjangkauan yang dilakukan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Kupang, Senin (10/9/2018)

Drs.Steven Manafe, Sekretaris KPA Kota Kupang yang ditemui di lokasi kegiatan yang diselenggarakan di aula rumah jabatan wakil walikota, menjelaskan terdapat tiga tugas utama Warga Peduli Aids (WPA) yakni pendataan hotspot, sosialisasi dan mobile VCT.

Baca: Angin Puting Beliung Terjang RSUD Ruteng! Pasien Panik

Baca: Simbolon Minta ASN Pemprov NTT Sesuaikan Diri Dengan Pemimpin Baru

"Memang secara pelaksanaan tiga tuga utama ini sudah berjalan bagus, namun dengan melihat perkembangan HIV/AIDS yang begitu cepat di Kota Kupang, maka ada dua tugas tambahan yakni selain sebagai pendamping dan juga ditambah penjangkau," katanya.

Untuk pendamping, lanjutnya, telah dilakukan pelatihan bagi mereka, dan kini dilakukan pelatihan bagi penjangkau dengan tugas utama mereka yakni penguasaan benar akan jenis-jenis penyakut menular, karena belum semua mereka yang terlibat dalam WPA paham benar akan jenis-jenis penyakit menular tersebut.

"Tugas berikut penjangkau yakni penguasaan akan perilaku dari pekerja seks komersial. Karena kami memiliki komitmen bahwa siapa pun dia yang berada di tempat lokalisasi resmi maupun tidak yang berhubungan seks wajib menggunakan alat pengaman yakni kondom, namun sesuai kenyataan masih ada terjadi penyimpang atau belum patut yang terjadi di tempat lokalisasi," ungkapnya

Oleh karena itu, katanya, melalui pelatihan penjangkauan ini dilatih bagaiamana bisa melakukan pendekatan untuk bagaimana adanya trik-trik kepada pekerja seks tersebut guna para pengunjung yang ingin berhubungan harus dan wajib menggunakan kondom, walaupun ada tawaran uang yang cukup tinggi dari tarif harga yang ada.

"Secara data angka kasus HIV/AIDS sudah berubah, karena ada perkembangan melalui laporan temuan dari para WPA setiap hari melalui kunjungan, VCT maupun pendampingan.Sesui rilis data sejak April 2018 sebanyak 1.223 kasus yang terdiri dari HIV sebanyak 917 kasus dan AIDS sebanyak 406 kasus," katanya.

Ia berharap, melalui pelatihan yang didapat para peserta dapat melaksanakan tugas penjangkauan secara baik, sebab tugas penjangkau berbeda dengan tugas pendampingan.

Karena menurutnya, tugas penjangkau dalam sistim ABRI adalah pasukan tempur, sehingga begitu mereka temukan yang positif sesegera mungkin dibawa ke klinik yakni Klinik Sobat di RSU WZ. Johannes atau klinik Seroja di RS Wirasakti dan jika ditemukan yang IMS sesegera mungkin juga di bawah ke puskesmas untuk ditangani.

"Palatihan bagi penjangkau ini merupakan pelatihan bagi angkatan kedua, dan angkatan pertama sudah dilakukan beberapa waktu lalu dengan jumlah peserta sebanyak 53 orang," tuturnya. (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer