Kanal

Ini Isi Laporan Perhitungan Suara Ulang Pilbup TTS Dari KPU dan Bawaslu Kabupaten TTS

Plh Ketua KPU Kabupaten TTS, Yan Ati - POS-KUPANG.COM/Dion Kota

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE – Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten TTS tengah merampungkan penyusunan laporan perhitungan suara ulang Pilbup TTS guna dimasukan ke Makamah Konstitusi ( MK) sesuai perintah majelis hakim. Laporan setebal 278 halaman tersebut ditargetkan akan rampung pada Rabu (11/9/2018).

Pelaksanaan tugas Ketua KPU Kabupaten TTS, Yan Ati mengatakan, saat ini pihaknya bersama tim supervisi dari KPU Propinsi NTT dan KPU RI tengah merampungkan laporan perhitungan suara ulang Pilbup TTS. Dirinya optimis laporan perhitungan suara ulang Pilbup TTS akan rampung hari ini.

Baca: Welly Pah Pakar Musik NTT! Perlu Ada Regenerasi

Baca: Kuota CPNS Kabupaten Sumba Barat Sebanyak 286 Orang

" Sudah sementara kita susun laporannya. Kurang lebih setebal 278 Lembar. Dalam laporan tersebut memuat data hari perolehan suara di 921 TPS berdasarkan versi C1 KWK berhologram dan C1 plano berhologram. Selain itu, laporan tersebut juga memuat kejadian khusus yang ditemukan selama perhitungan suara ulang," ungkapnya melalui sambungan telepon.

Ketika ditanyakan apakah KPU melakukan perkuliahan total perolehan suara setiap paslon, Yan mengatakan, sesuai perintah majelis hakim MK, KPU hanya mencatat perolehan suara setiap paslon berdasarkan versi C1 KWK berhologram dan C1 plano Berhologram. Pihak KPU tidak menjumlah total perolehan suara tiap paslon. Bagi TPS yang C1 KWK berhologram atau C1 plano Berhologramnya tidak ditemukan, maka akan diberikan keterangan tidak ditemukan.

" Sesuai perintah kita hanya mencatat perolehan suara setiap paslon sesuai formulir model C 1 KWK berhologram dan C1 plano Berhologram. Kita tidak melakukan perjumlah total suara secara keseluruhan. Untuk mengatakan, cocok atau tidak pun bukan hak kami.

Majelis hakim yang akan menentukan cocok atau tidak," jelasnya.

Ketika disinggung terkait keluhan para paslon terkait pembukaan gembok kotak suara yang harus menggunakan gergaji dan gurinda, Yan mengaku hal tersebut dilakukan untuk melakukan efisiensi terhadap waktu. Pasalnya, kunci gembok kotak suara digabung menjadi satu sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencocokan kunci pada setiap gembok kotak suara.

" Kami terpaksa membuka kotak suara dengan menggunakan gurinda atau gergaji besi hanya untuk menghemat waktu karena MK hanya memberikan waktu kepada kita selama 14 hari," tegasnya.

Terpisah komisioner Bawaslu Kabupaten TTS, Demetris Pitai yang dikonfirmasi terpisah terkait proses penyusunan laporan mengaku saat ini pihaknya sementara melakukan asistensi di tingkat propinsi. Ia menargetkan, paling lambat Kamis (13/9/2018) laporan tersebut sudah dibawa ke MK.

" Tebal laporan kami hanya puluhan lembar saja. Laporan tersebut memuat data pencocokan perolehan suara berdasarkan versi C1 KWK berhologram dan C1 plano Berhologram serta kejadian khusus yang ditemukan selama proses perhitungan suara ulang," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer