Kanal

17 Rumah Kampung Adat Bondo Maroto di Sumba Barat Ludes Terbakar

suasana kampung Adat Bondo Maroto, Desa Kelembu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat hanya menyisahkan puing-puing sisa kebakaran semalam (Selasa, 11/9/2018).pukul 12.25 malam. (*) - POS KUPANG.COM/PETRUS PITER

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK--Sebanyak 17 rumah adat di Kampung Bondo Maroto di Desa Kelembu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Selasa (11/9/2018) pukul 24.25 wita (pukul 12.25 malam) terbakar.

Dalam sekejap 17 rumah adat yang beratap alang-alang tersebut ludes dilalap si jago merah. Hanya menyisahkan satu buah rumah kebetulan beratapkan seng. Itupun mengalami rusak berat karena sebagian terbakar pula.

Baca: Warga Korban Kebakaran Minta Terpal, Bahan Makan dan Air Bersih

Baca: Simbolon Minta ASN Pemprov NTT Sesuaikan Diri Dengan Pemimpin Baru

Warga Kampung Bondo Maroto, Desa Kelembu Kuni, Kecamatan Kota Waikabubak, Sumba Barat, David Poro, Seingu Lage dan sekretaris Desa Kelembu Kuni, Yulius K.Tenabolo ditemui pos kupang di lokasi kejadian, Selasa (11/9/2018) siang mengatakan, peristiwa kebakaran itu tiba-tiba saja terjadi dan berlangsung cepat menyambar rumah sekeliling akibat tiupan angin kencang. Dugaan sementara akibat kosleting listriik.

Menurut David Poro, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 12.25 wita dan berlangsung begitu cepat. Dalam sekejap api sudah membakar runah sekeliling Kampung akibat tiupan angin kencang. Apalagi letak rumah berhimpitan dan beratap alang-alang yang mudah terbakar.

David menyebutkan, pemilik rumah hanya berupaya lari menyelamatkan diri tanpa berpikkr panjang menyelamatkan isi runah.

Karena itu isi rumah baik bahan kebutuhan makan minum, pakaian dan benda keramat kampung tak terselamatkan.

Hal senada juga disampaikan Seingu Lage dan Yulius K.Tenabolo. Keduanya menambahkan, warga tidak bisa berbuat banyak menyelamatkan isi runah karena kobaran api sudah membakar semua rumah dalam kampung. Apalagi suasananya sangat panas.

Warga hanya pasrah saja dan menonton dari jauh karena api sudah membubung tinggi membakar rumah sekeliling kampung. Tidak ada pula kendaraan pemadam kebakaran atau mobil tangki datang membantu. Hal itu karena sangat api cepat membakar 17 rumah kampung adat Bondo Maroto akibat tiupan angin kencang ditambah akses masuk sangat susah karena sudah menumpuk kendaraan dan manusia sepanjang jalan menuju kampung.

Ketiganya berharap pemerintah secepat membantu warga terutana terpal, kebutuuan konsunsi dan air bersih.
Ketiganya juga mengaku, bantuan tersebut mulai berdatangan..

Pantauan pos kupang di lokasi kejadian, Selasa (11/9/2018) siang, nampak api masih membakar beberapa tiang rumah adat yang terbakar semenjak malam. Hanya satu rumah beratap seng yang masih berdiri. Itupun sudah rusak berat karena bagian belakang terbakar pula.

Sedangkan rumah adat beratap alang ludes terbakar. Hanya menyisahkan beberapa tiang rumah saja. Itupun nampal api terus membakarnya.

Sementara 34 kepala keluarga terpaksa membangun tenda darurat sekeliling kampung untuk menetap sementara.

Camat Kota Waikabubak, SB, Grace W.Ora, SSi bersama staf melintas di kampung bekas terbakar untuk mengecek langsung kondisi warga korban kebakaran dan penanganan bantuan di lapangan (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer