Kanal

Lembata Jadi Pilot Project Berantas Malaria

Suasana pelatihan tim pemberantasan penyakit malaria di Aula Hotel Palm Lewoleba, Lembata, NTT, Senin (10/9/2018). - POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Manager Program SR (Sub Recipient) Perdhaki Wilayah Keuskupan Agung Ende, Ard Dalo, mengatakan, Kabupaten Lembata akan menjadi pilot project pemberantasan penyakit di daratan Flores-Lembata.

Pertimbangannya, kasus malaria masih tinggi dan para pihak sangat aktif untuk terlibat bersama dalam kegiatan pemberantasan penyakit di daerah tersebut.

Baca: Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat Serukan Perang Lawan Kemiskinan di NTT

Baca: Bawaslu Pusat Tolak Koreksi Pemohon Partai Berkarya

Ard Dalo mengungkapkan itu, ketika ditemui Pos Kupang.Com di sela-sela kesibukannya di tempat Pelatihan Tim Participatoris, Learning, Action (PLA) oleh Tim PLA Kabupaten di Aula Hotel Palm Lewoleba, Lembata, NTT, Senin (10/9/2018) siang.

Dikatakannya, sebelum Perdhaki menjadikan Lembata sebagai pilot project berantas malaria, manajemen Perdhaki Wilayah Keuskupan Agung Ende terlebih dahulu turun ke lapangan melakukan survei atas kasus malaria di tangan masyarakat.

Dari survei tersebut, lanjut Ard Dalo, pihaknya lantas membangun komunikasi dengan pelbagai pihak, di antaranya para dokter baik swasta maupun berstatus PNS yang bertugas di Kabupaten Lembata.

Komunikasi yang dibangun, lanjut dia, tentang upaya penanganan kasus malaria
di Lembata. Dari komunikasi tersebut para dokter sangat memberikan apresiasi. Begitu juga stakeholders yang lain seperti jajaran dinas kesehatan di daerah tersebut.

"Respon semua pihak itulah yang mendorong kami untuk menjadikan Lembata sebagai model bagi upaya pemberantasan penyakit malaria di NTT," ujar Ard Dalo yang mondar mandir dari Lembata - Ende dalam upaya mengeliminasi penyakit malaria di daratan Flores - Lembata.

Ia juga sangat gembira atas apresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata dalam mendungkung Perdhaki untuk melaksanakan pelbagai program mengeliminasi malaria di daerah tersebut.

"Kalau ini kita laksanakan dengan baik, maka NTT akan menjadikan Lembata sebagai model dalam pemberantasan penyakit malaria," ujar Ard Dalo.

Hal menggembirakan yang juga dirasakan saat ini, lanjut dia, adalah Lembata yang selama ini dikenal sebagai daerah endemis malaria dengan kasus tertinggi di NTT, saat ini justeru kasusnya telah menurun drastis. Lembata telah berada di posisi ke-empat setelah Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat Sumba Barat Daya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer