Kanal

Koleksi Ratusan Piala, Ini Yang Dilakukan Fenisya CH Fatu

- Apolonia Matilde Dhiu

POS.KUPANG.COM|KUPANG - Sejak dini, anak-anak sudah memiliki bakat dan potensi dalam dirinya di berbagai bidang. Orangtua bertugas mengembangkan bakat, minat dan potensi yang ada di dalam diri anak. Baik secara alamiah atau otodidak maupun yang dilakukan melalui latihan di sanggar atau pelajaran di sekolah.

Fenisya CH Fatu adalah anak yang memiliki bakat dan potensi di bidang seni lukis dan mewarnai. Sejak kecil, Fenisya sudah memiliki bakat tersebut dan didukung kuat oleh orangtua maupun sekolah. berkat ketekunan dan dukungan yang kuat dari orang tua dan sekolah, ia meraih juara lomba melukis maupun mewarnai, baik di Kota Kupang bahkan sampai ke Jakarta.  Pada usia sembilan tahun, Fenisya sudah meraih puluhan piala.

Baca: Sedang Lakukan Siaran Langsung, Member BTS Jadi Korban Prank ARMY, Kocak!

Bulan Agustus 2018, Fenisya berangkat ke Jakarta bersama ketiga temannya untuk mengikuti lomba melukis di Galery Nasional. Fenisya mendapatkan penghargaan Kategori Peserta Terbaik Nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Ditemui Pos Kupang di sekolahnya, SD Inpres Oeba 4 Kupang, Selasa (4/9/2018), Fenisya yang didampingi ibunya, Ina Delina Belandina Bulak, Kepala SDI Oeba 4 Kupang, Maria Dortje Laka, S.Pd, dan guru pendamping, S Maryam M Mukin, S.Pd, mengatakan, dirinya melukis dan mewarnai secara otodidak.

Fenisya suka melukis pohon, pemandangan, olahraga, hewan dan laut. Hobi melukis ini yang menghantarnya meraih berbagai piala dan piagam penghargaan. Dia bangga bisa mewakili sekolah dalam berbagai ajang melukis dan mewarnai, baik di Kota Kupang maupun tingkat nasional.

Baca: Yuk Ikut Explore Sumba Bersama Garuda Indonesia

Beberapa juara yang diraihnya, antara lain juara I Lomba Mewarnai Bersama Dompet Duafa di Transmart tanggal 5 Agustus 2018, juara I Lomba Mewarnai Bersama Susu Zee tingkat SD se-Kota Kupang, juara I Lomba Mewarnai bersama Fabercastel tingkat SD di Hotel Neo, juara I Lomba Mewarnai dalam rangka HUT PGRI tingkat TK/PAUD, juara I Lomba mewarnai dalam rangka Ramadhan Ceria di Transmart tingkat SD, juara I Lomba Membuat Kolase bersama UHU kelas IV-VI, juara I Lomba Melukis pakai cat air di Pencase tingkat SD kelas I-VI, juara I Lomba Mewarnai di Transmart, juara I Lomba Mewarnai HUT RS Siloam di Lippo, juara II Mewarnai di Taman Budaya dalam rangka seniman masuk sekolah, Juara I Lomba Mewarnai bersama Boiboby di Gramedia tingkat SD, Juara I Lomba Mewarnai Generasi Emas Bersama Pegadaian, Lomba mewarnai di Dinas PPO, Juara I Lomba mewarnai kategori umur 5-8 tahun bersama Susu Zee, dan terakhir meraih Ketagori Peserta Terbaik Lomba Melukis di Galeri Nasional tahun 2018.

Kepala SDI Oeba 4, Maria Dortje Laka, S.Pd, memberikan apresiasi kepada Fenisya yang sudah mewakili sekolah dan Provinsi NTT ke tingkat nasional.

Dortje mengatakan, Fenisya sudah menyumbang banyak piala dan piagam penghargaan untuk SDI Oeba 4. Sebagai kepala sekolah, dirinya berterima kasih kepada orangtua siswa yang sudah mempercayakan anaknya untuk sekolah di SDI Oeba 4.

Menurut Dortje, banyak anak di sekolahnya yang berbakat dan dirinya selalu mendukung siswanya mengikuti berbagai perlombaan di luar sekolah.

"Saya selalu mendukung anak-anak. Kalau ada surat masuk terkait keikutsertaan anak-anak lomba di luar, saya izinkan. Kecuali kalau biaya terlalu mahal, akan dipikirkan lagi, tetapi kalau tidak saya sangat mendukung," katanya.

SDI Oeba 4, katanya, juga meraih piala dalam O2SN tingkat Kota Kupang. Beberapa kegiatan prestasi lain dari sekolahnya, antara lain paduan suara, menari, melukis, dan olahraga.

Menurutnya, untuk berbagai kegiatan ekstrakurikuler, sekolah meminta para pendamping atau guru dari luar untuk mengajar siswa di SDI Oeba 4, terutama ketika sekolah tersebut mengikuti lomba di luar.

Guru pendamping melukis, S Maryam M Mukin, S.Pd, mengatakan dirinya biasa menjadi juri dan melatih anak-anak melukis dan menggambar di sekolah maupun di rumah.

Baca: Ini Makanan Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Diare

Menurut Meryam, dirinya juga yang biasa mendampingi anak- anak ke Jakarta jika ada perlombaan tingkat nasional. Untuk Fenisya, katanya, bakat melukis dan menggambar sudah ada sejak TK dan dirinya adalah salah satu guru TK Fenisya.

Dia mengatakan, bakat tersebut yang membawa Fenisya meraih juara pada setiap perlombaan, dan terakhir lomba melukis di Transmart, Fenisya juara dan ia mendampinginya ke Jakarta.

Sebagai pendamping, katanya, dia tidak pernah mendikte anak harus melukis seperti ini dan itu, tetapi ia memberi arahan dan anak-anak yang melakukannya sendiri. Dan, alhasil saat di Jakarta bisa meraih juara sebagai peserta terbaik dari 34 provinsi di Indonesia.

Menurutnya, walau dengan keterbatasan baik waktu latihan, peralatan maupun biaya, tetapi masih bisa tampil maksimal. Tetapi, dirinya selalu mengajarkan soal percaya diri bagi anak- anak. Dikatakannya, dalam melukis latihan pertama yang dilakukan adalah keberanian dan kemandirian.

"Membiarkan anak melakukan sendiri dan tidak didampingi orang tua. Anak-anak harus mandiri, mereka harus percaya diri bahwa mereka bisa. Kita harus membiarkan anak untuk melukis dengan senang hati dan menyukai apa yang mereka buat," katanya. (*)

Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Sumber: Pos Kupang Cetak

Belasan Mayat Korban Tsunami Aceh Tak Sengaja Ditemukan Tertimbun Tanah saat Warga Gali Septic Tank

Berita Populer