Kanal

Harga Bawang di Lembata Melorot Drastis

JUAL BAWANG -- Hj. Misroh sedang menjual bawang merah di Pasar Pada, Minggu (9/9/2018). - POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Meski panenan bawang merah baru mulai dilakukan, namun hal tersebut berpengaruh langsung terhadap harga penjualan bawang merah di pasaran Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di Lewoleba saat ini, harga bawang merah Rp 15.000 per kg dan bila ditawar, harganya melorot sampai Rp 13.000 per kg. Hal ini beda dengan minggu-minggu sebelumnya, dimana para pedagang menjual komoditi tersebut seharga Rp 25.000 per kg.

Baca: Topografi Berbukit Ngada Rawan Bencana Alam baik Longsor, Gempa Bumi dan Kekeringan

Baca: 100 Siswa SMANSA Lewoleba Bermalam di Ile Werung. Ini yang Dilakukan Siswa

Melorotnya harga bawang merah tersebut diungkapkan Hj. Misroh, penjual bawang merah di Pasar Pada, Minggu (9/9/2018). "Sekarang ini harga bawang sudah murah, Rp 15.000 per kg. Sebelumnya bawang yang kami jual seharga rp 25.000 - Rp 35.000 per kg," ujar Misroh.

Baca: Danrem 161 Wirasakti Membantah Warga Perbatasan Caplok Wilayah RDTL

Turunnya harga bawang itu, lanjut dia, karena komoditi yang satu ini makin banyak di Lewoleba. Pembeli juga mudah sekali mendapatkan bawang merah dengan siung yang besar-besar. Turunnya harga bawang secara drastis itu baru dirasakan kali ini.

Ia menyebutkan, selama ini ia dan pedagang lainnya selalu mendatangkan bawang merah dari Bima, NTB. Namun pasokan bawang merah itu tak.lagi dilakukan, lantaran barang dagangan tersebut mulai melimpah di Lewoleba.

Seturut hukum pasar, katanya, jika produk melimpah maka harga barang l pun otomatis melorot. Pasalnya, volume barang banyak namun permintaan konsumen sepi. Sama halnya dengan yang terjadi di Lembata kali ini.

Misroh menyebutkan, melorotnya harga bawang merah tersebut merupakan yang pertama kali dalam beberapa tahun terakhir. Karena harga bawang di Lembata, biasanya berkisar antara Rp 25.000 - Rp 35.000 per kg. Itu berarti terjadi pernurunan sangat tajam karena yabng dijual saat ini Rp 15.000 per kg dan bila ada tawar menawar, harganya bisa turun lagi menjadi Rp 13.000 per kg.

Lantaran produksi bawang mulai melimpah, lanjut dia, sehingga saat ini ia dan pedagang lainnya mulai melirik daerah lain, terutama Adonara, Solor dan Larantuka juga Kabupaten Alor. "Kalau persediaan selalu.ada, maka bawang merah itu akan dikirim ke Kupang," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Dijual untuk 'Nikah Bayaran' ke Cina, 11 Wanita Indonesia Disiksa Bak Hewan, Hukum Hambat Kepulangan

Berita Populer