Kanal

Danrem 161 Wirasakti Membantah Warga Perbatasan Caplok Wilayah RDTL

Lahan yang dituduhkan dicaplok warga desa Manusasi, Kecamatan Eban Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur - Indonesia - istimewa

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Komandan Korem 161 Wirasakti Kupang Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M membantah dengan keras pernyataan anggota anggota Komisi 8 Parlemen Nasional bidang Pertahanan dan Kerjasama Luar Negeri Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), David Diaz Ximenes terkait pencaplokan wilayah perbatasan oleh warga Indonesia di Oelnasi dan Naktuka.

Teguh bahkan menyebut pernyataan yang yang dituduhkan David Diaz Ximenes dalam Parlemen Nasional pada 6 September 2018 seperti yang ditulis oleh media Timor Leste hari berikutnya  itu sebagai pemutarbalikan fakta yang parah.

Baca: Dua Saksi Paslon Tolak Tandatangi Berita Acara Perhitungan Suara Ulang Pilbup TTS

Baca: Bangunan SD Kelas Paralel Matawai Pandangu Sumba Timur Sangat Memprihatinkan

"Terkait hal tersebut (tuduhan pencaplokan lahan oleh warga Manusasi, Kecamatan Eban, TTU), kejadian sebenarnya tidak seperti itu, bahkan pernyataan dari David Diaz Ximenes adalah pemutar balikan fakta.

Sekali lagi pemutarbalikan fakta dari hal yang sebenarnya terjadi di lapangan saat ini," jelas Danrem 161/Wirasakti dalam rilis yang diterima Pos Kupang pada Minggu (9/9/2018).

Apa yang dituduhkan David Diaz Ximenes di harian Timor Leste bahwa warga desa Manusasi, Kecamatan Eban Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur - Indonesia diduga telah melakukan pelanggaran perbatasan di wilayah Timor Leste dengan merebut tanah yang subur di wilayah yang menjadi teritori Negara Timor Leste (RDTL) adalah tidak benar.

Sebagaimana yang dituduhkan dalam media berbendera RDTL itu, David Diaz Ximenes menyesali sikap warga TTU - Indonesia yang masuk membersihkan rumput di daerah Oelnasi untuk berladang, walaupun mereka telah melihat dan mengetahui adanya tanda batas didaerah tersebut.

Warga desa Manusasi, seperti diberitakan masuk ke wilayah RDTL dan membersihkan rumput untuk berladang. Lanjutnya, selain Oelnasi, warga juga melakukan hal yang sama di wilayah Naktuka yang tanahnya subur.

Pernyataan ini memantik reaksi Danrem 161/Wirasakti, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E, M.M selaku Dankolakops Pam Perbatasan RI-RDTL yang membawahi Satgas Pamtas RI RDTL sektor Timur dan Barat. Teguh pun membantah adanya pelanggaran  oleh masyarakat desa Manusasi dan masyarakat desa Oepoli di Naktuka seperti yang dituduhkan. 

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan tentang status lahan atau tanah di perbatasan RI-RDTL dan zonasi di wilayah yang dituduhkan oleh anggota Parlemen Nasional tersebut. Bahwa di areal perbatasan RI-RDTL terdapat masalah yang belum diselesaikan oleh kedua negara yakni daerah “unresolved segment” dan “unsurveyed segment”.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer