Kanal

Peringati 100 Tahun Mengabdi di Indonesia, Susteran CB Regio Indonesia Timur Gelar Jalan Sehat

Jalan sehat dalam rangka 100 tahun Konggregasi Susteran Cinta Kasih Carolus Boromeus (CB) di Indinesia yang dilaksanakan Konggregasi CB Regio Indonesia Timur di Paroki St Yoseph Penfui Kupang, Sabtu (8/9/2018). - POS-KUPANG.COM/RYAN NONG

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Memperingati 100 tahun Konggregasi Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus (CB) di Indonesia, CB Regio Indonesia Timur yang berpusat di Kupang mengadakan Jalan Sehat Konggregasi Susteran CB Jubilee 100 di wilayah Paroki Penfui Kupang.

Jalan sehat ini dikuti sekutar 750 peserta yang terdiri dari para suster dan aspiran konggregasi CB dari empat rumah biara CB di wilayah Kupang, siswa-siswi SD dan SMP serta umat paroki St Yoseph Pekerja Penfui Kota Kupang.

Acara jalan sehat yang menempuh rute sejauh tiga kolometer itu dilepas oleh Romo Ande Sika bersama suster pimpinan biara CB Regio Indonesia Timur, Sr. Taviana CB dengan seremoni pengangkatan bendera start di depan Gereja Paroki St Yoseph Pekerja Penfui pada pukul 15.30 Wita.

Baca: Posisi Kota Kupang Terancam, Lembata Tersingkir

Iring-iringan peserta jalan sehat juga dimeriahkan dengan penampilan drumband dari SMPK Adi Sucipto Kota Kupang.

Pimpinan Konggregasi CB Regio Indonesia Timur, Sr Taviana CB kepada POS- KUPANG.COM mengungkapkan jalan sehat yang dilaksanakan ini merupakan ungkapan syukur atas 100 tahun kehadiran Konggregasi Suster Cinta Kasih Carolus Boromeus di Indonesia.

"Jalan santai ini sebagai ungapan rasa syukur kami, selain itu, juga menjadi kesempatan kami bersama masyarakat dan umat di sini untuk merayakan peringatan 100 tahun konggregasi," ungkap suster yang sudah bertugas selama 15 tahun di Kupang ini.

Lanjut Sr Taviana CB, kegiatan ini juga sebagai bentuk pelayanan kepada umat dan masyarakat meskupun bukan dalam bentuk pelayanan formal seperti pendidikan dan kesehatan. Kegitan ini menjadi menjadi semacam ajang pertemuan bersama keluarga yang menjadi sahabat CB, terutama untuk bersyukur bersama atas peryaan 100 tahun kehadiran skonggregasi Susteran CB di Kupang.

Selain kegiatan jalan sehat, perayaan 100 tahun Konggregasi Susteran CB di Indonesia untuk Regio Indonesia timur juga dilaksanakan dengan kegiatan bakti sosial kesehatan di beberapa wilyayah Kupang, serta rekoleksi baik untuk mudika, anak-anak Sekami maupun untuk orang tua.

Kegitan jalan sehat dalam rangka 100 tahun Konggregasi Susteran CB di Indonesia juga dimeriahkan dengan tari masal seluruh peserta jalan sehat di halaman Gereja Paroki St Yosef Pekerja Penfui dengan iringan lagu "Tobelo" dan "Metike" usai peserta menyelesaikan rute. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan penarikan undian jalan sehat untuk Sembilan kategori hadiah hiburan dan tiga kategori hadiah utama yang disediakan panitia.

Yan Fahik (27) seorang peserta jalan sehat mengungkapkan kegembiraannya dapat terlibat dalam kegatan perayaan syukur atas 100 tahun karya Konggregasi Susteran Carolus Boromeus di Indonesia. Peetugas rekam medik di RS Carolus Boromeus Belo itu mengaku senang dengan kegiatan yang dilaksanakan.

"Beta senang dan menikmati jalan sehat, selain bagus untuk kesehatan fisik tetapi ini juga menjadi kesempatan kita berkumpul dan bebagi dengan umat dan para suster yang merayakan syukur atas hari bahagia mereka," ungkapnya di sela sela penarikan undian hadiah.

Ia menyampaikan selamat dan proficiat atas perayaan 100 tahun Konggregasi CB di Indonesia dan berharap konggregasi ini tetap menjadi tanda cinta kasih dan tetap melayani dengan cinta kasih dalam tugas pelayanan kepada umat dan masyarkat, baik dalam bidang pastoral maupun dalam bidang kesehatan.

"Semoga Susteran CB tetap menjadi tanda cinta kasih dan tetap melayani dengan cinta dalam tugas-tugas pelayanan ke depan," harap lelaki asal Belu ini.

Pantauan POS-KUPANG.COM di Gereja St Yosef Penfui, peserta antusias dan bersemangat mengikuti rangkaian acara yang dilaksanakan. Anak-anak hingga orang dewasa berbaur dan berkumpul meramaikan sesi penarikan undian yang dilaksanakan. Sesekali ketika nomor undian dibacakan, riuh suara peserta member semangat kepada pemenang. (*)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer