Kanal

Tuntutan Itu Sesuatu yang Wajar! Tapi Yakinlah di Polda Terang Benderang

Para frater yang tergabung dalam Forum Peduli Kemanusiaan berjabat tangan dengan Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Christian Nugroho usai aski damai Forum Peduli Kemanusiaan di Mapolda NTT, Jumat (7/9/2018) sore. - pos kupang.com, ryan nong

 Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Terkait aksi damai yang dilakukan oleh Forum Peduli Kemanusiaan yang menuntut pengungkapan kasus kematian yang menimpa Carolino Agustino Sowo, mahasiswa Fakultas Filsafat Universita Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang ditanggapi sebagai sesuatu yang wajar oleh pihak kepolisian.

Baca: 311 Atlet Kota Kupang Siap Tampil di ajang PORProv NTT

Baca: Dituntut 10 Tahun Penjara! Marianus Sae Minta Hakim Beri Keringanan Hukuman

Kapolres Kupang AKBP Anthon Christian Nygroho kepada wartawan usai dialog bersama perwakilan anggota forum pada aksi damai yang dilaksanakan di Mapolda NTT, Jumad (7/9/2018) sore mengungkapkan bahwa tuntutan yang dilakukan oleh forum itu merupakan sesuatu yang wajar.

“Jadi tuntutan itu adalah sesuatu yang wajar, semua orang jika ditinggalkan oleh orang yang dikasihi apalagi dengan cara yang tidak lazim memang berat,” ungkapnya.

Namun terkait peristiwa ini, dalam dialog juga telah ditanggapi beberapa informasi yang disampaikan oleh forum. “Kami pahami juga, tadi sudah kami paparkan ini loh paparan kami, kami tidak diam, ada kerja kami yang diungkapkan di public dan ada kerja yang tidak diungkapakan di publik karena masalah teknik, tetapi tadi kami sudah buka semuanya, ini loh keadaanya,” jelasnya.  

Anthon menytatakan pihaknya telah melakukan kerja luar biasa meskipun tidak diungkapkan ke public hasil penyelidikan itu.

“Semua kemungkinan kita tempuh untuk mencari persesuaian, dan yakinlah di Polda ini terang benderang, dan kedatangan romo-romo akan semakin terang,” katanya.

Pihaknya, lanjut Anthon juga meminta bantuan kepada forum dan keluarga jika ada informasi yang membangun, bisa menyampaikan kepada pihak kepolisian. Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa sebanyak 12 saksi, dan ada progresnya.

“Ada saksi, tapi nilainya saksi itu berbeda, ada kewajaran bahwa orang meninggal di perairan, kok bisa yang bersangkutan ditemukan di situ, kalau penyebab kematian kita jawab normativ, tetapi kita kan mencari tahu bagaimana, dan tidak bisa kita berandai-andai sebagaimana yang selama ini beredar, si B, atau si C, karena kita menganut asas praduga tak bersalah,” jelasnya.

Anthon juga menjelaslkan, terkait kasus yang ditangani baik dari tingkatan, polsek,polres maupun polda itu sama. Karena ada mekanisme control dari levwl atas terhadap progress dan penyelesaian kasus yang edang ditangani.  

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer