Kanal

Orang Dengan Gangguan Jiwa di Ende Belum Tertangani Maksimal

Ilustrasi: Wanita yang berdiri di pinggir Jalur Pantura, Kecamatan Pajaraka ini menjadi tontonan karena tak mengenakan pakaian sehelai pun. - KOMPAS.com/ AHMAD FAISOL

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Keberadaan orang dengan gangguan jiwa/ODGJ di Kabupaten Ende belum tertangani secara maksimal karena ketiadaan tempat rehabilitasi sehingga untuk merehabilitasi OGDJ di Kabupaten Ende harus dikirim ke Jawa dan itupun jumlahnya sangat terbatas setiap tahun padahal keberadaan OGDJ di Kabupaten Ende cukup banyak.

Baca: 10 Stand Pameran di Sumba Barat Terbakar Tinggalkan Puing Menghitam

Baca: WOW! 1.113 Orang Digigit Hewan Penular Rabies di Nagekeo

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pelayanan Anak Kabupaten

Ende, Yeremias Bore mengatakan itu kepada Pos Kupang.Com, Kamis (6/9/2018) ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Ende.

Yeremias mengatakan bahwa tahun ini Kabupaten Ende mendapatkan jatah merehabilitasi 3 orang ODGJ ke Cirebon namun demikian belum dilakukan pengiriman karena terbentur pada biaya.

“Rencananya pada perubahan APBD Kabupaten Ende Tahun Anggaran 2018 ini baru kami akan ajukan untuk pengiriman 3 ODGJ untuk menjalani rehabilitasi,”kata Yeremias.

Menurut Yeremias keberadaan panti rehablitasi yang ada di Cirebon itu menampung OGDJ dari semua wilayah Indonesia sehingga dengan demikian setiap daerah diberikan jatah yang terbatas sesuai dengan daya tamping yang ada di panti rehabiltasi.

Yeremias mengatakan, keberadaan panti rehabilitasi yang ada itu memang memberikan menfaat bagi ODGJ karena terbukti setelah beberapa kali dilakukan pengiriman ODGJ dari Kabupaten Ende rata-rata mereka kembali sembuh serta mendapatkan keterampilan untuk kembali hidup dan bersosialisasi bersama masyarakat. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

VIDEO John Kei, Sosok Pembunuh Sadis Penghuni Sel Khusus Nusakambangan yang Kini Bertobat

Berita Populer