Kanal

Garam Tapobaran Lembata Penuhi Kebutuhan Pabrik

Suasana panen garam di Desa Tapobaran, Lembata, NTT, Kamis (6/9/2018). - POS-KUPANG.COM/Frans Krowin

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Selama ini, garam yang dipanen dari tambak garam di Desa Tapobaran, Kecamatan Lebatukan, dialirkan untuk memenuhi kebutuhan industri di Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dab Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Gabriel Bala Warat, saat menyampaikan laporan tentang produksi garam Tapobaran yang dikelola selama ini.

Dikatakannya, garam Tapobaran itu selama ini dijual kepada pabrik ikan dan pabrik es di Hukung, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan.

Baca: Garam di Desa Tapobaran, Satu Bulan Panen Garam 30 Ton

Selain itu untuk kebutuhan perusahaan budidaya mutiara di Desa Merdeka, Kecamatan Lebatukan, serta memenuhi permintaan nelayan untuk menggarami ikan hasil tangkapan.

Dia menyebutkan, desa Tapobaran memiliki lahan yang potensial bagi pengembangan garam. Di desa itu, lahan potensial sekitar 10 hektar lebih dan yang berpeluang dikelola instansi yang dipimpinnya sekitar 6 hektare.

Dari 6 hektar lahan tersebut, lanjut Gabriel, yang baru dikelola pemerintah, khususnya instansi yang dipimpinnya, hanya setengah hektar. Dari setengan hektare itulah selama ini pihaknya memproduksi garam untuk memenuhi kebutuhan pabrik es dan pabrik pengolahan tepung ikan di Hukung dan pabrik ikan di Waijarang.

Selain itu, katanya, garam yang diproduksi itu juga selalu dibeli oleh sejumlah desa di Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim).

"Warga dari beberapa desa di Adonara, selalu datang beli garam di Tapobaran ini. Makanya produksi garam ini belum mampu memenuhi permintaan baik untuk kebutuhan lokal di Lembata dan sekitarnya," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer