Kanal

Mantan Kepala Desa dan Sekdes Neonasi di TTU Divonis 1,8 Tahun Penjara

Terdakwa Melkior Pot Aumenu saat keluar dari ruang sidang Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (4/9/2018). - pos kupang.com, tommy mbunga nulangi

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG-Mantan Kepala Desa (Kades) Neonasi Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), Melkior Pot Aumenu dan Sekretaris Desa (Sekdes), Siprianus Koli divonis 1,8 tahun penjara oleh Majelis Pengadilan Tindak Pidana (Tipikor) Kupang, Selasa (4/9/2018).

Baca: Babinkantibmas Ajak Petani Olah Lahan Pertanian

Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli divonis selama satu tahun delapan bulan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDES) di Desa Neonasi Kecamatan Miomaffo Tengah, Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU).

Dalam amar putusan tersebut, Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief mengatakan, kedua terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli divonis terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan atau turut serta melakukan secara bersama-sama memperkaya diri sendiri atau orang lain.

Hal itu, kata Syaiful, sesuai dengan dakwaan subsidair jaksa penuntut umum yakni pasal 2 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 KUHP, tentang pemberantasan tindakan pidana korupsi.

“Menjatuhkan pidana korupsi kepada kedua Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun delapan bulan denda sebesar Rp. 50 Juta, dengan ketentuan apabila tidak membayar denda maka ditambah dengan pidana kurungan selama satu bulan,” tegas Syaiful.

Lanjut Syaiful, menetapkan masa penahanan yang dijalani oleh kedua terdakwa dikurangi selurunya dengan pidana penjara yang dijatuhkan dan memerintahkan agar kedua terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli tetap ditahan.

Syaiful menambahkan, kedua terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli dihukum untuk membayar biaya perkara masing-masing sebesar R. 5.000.

Selain itu kepada terdakwa, oleh Ketua Majelis Hakim Syaiful memberikan kesempatan untuk mengambil langkah hukum oleh penasehat hukum, dan oleh penasehat hukumnya menyatakan menerima putusan majelis hakim tersebut.

Pada kesempata itu pula, Ketua Majelis Hakim Syaiful juga memberikan kesempatan kepada jaksa penuntut umum untuk menempuh langkah hukum selanjutnya, dan oleh jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Pembacaan sidang putusan tersebut disaksikan langsung oleh jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten TTU, Benfrid Foeh, S.H, dan penasehat hukum kedua terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli, Adelci J.A. Seran, SH.

Berdasarkan pantauan Pos Kupang, pembacaan amar putusan oleh majelis hakim kepada terdakwa Melkior Pot Aumenu dan Siprianus Koli dilakukan secara terpisah, didahului dengan membacakan amar putusan kepada terdakwa Melkior Pot Aumenu, setelah itu dilanjutkan kepada terdakwa Siprianus Koli.

Jalannya sidang perdana kasus korupsi dana desa di Desa Neonasi tersebut dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Syaiful Arief didampingi dua hakim anggota masing-masing Ibnu Choliq dan Ali Mukhtarom. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang

Benarkah Mie Ayam Tugu Lilin Pajang Solo Pakai Pesugihan Pocong? Yuk Mampir ke Warungnya

Berita Populer