Kanal

Kasus Pidana dan Perdata Bisa Diselesaikan di Lembaga Du’a Mo’an

Victor Nekur - POS KUPANG/EUGINIUS MOA

Laporan Reporer POS KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Pegiat  Hukum Adat  Sikka, Victor Nekur, S.H, mengatakan  kasus pidana  dan  kasus  perdata yang  terjadi  di  desa bisa  difasilitasi  diselesaikan oleh lembaga  adat  Du’a Mo’an  yang   telah dibentuk di sejumlah desa di Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores, Propinsi Nusa Tenggara  Timur   (NTT).

“Kasus  perdata adat seperti kasus kawin adat, pembgaian  warisan, hak ulayat. Kasus pidana yang  pernah  kita selesaikan  kehamilan  oleh pria beristri   terhadap perempuan  muda ada  juga  kehamilan anak dibawah  umur, meski  prianya mau bertanggungjawab tetapi keluarga perempuan  tidak  menghendakinya. Kami  fasilitasi  diselesaikan secara  adat,” kata   Victor kepada  POS-KUPANG.COM, Rabu  (5/9/2018).

Ia mengatakan penyelesiaan  pidana  adat dengan kewajiban  menyediakan sejumlah   denda adat berupa  lahan  pertanian, pohon  kepala dan  gading  ditanggung  kaum pria diterima  dengan  baik kedua pihak berperkara.  Selama ini  tidak ada pihak yang melakukan banding.

Saat ini  telah terbentuk  sekitar  30-an lembaga  adat di  30  desa di  Sikka.

“Pemerintah   desa yang menginsiatifnya, kami berikan pencerahan secara hukum kemudian dibentuk. Lembaga ini efektif sekali, peran  kami mendorong  masyarakat menghidupkan kembali warisan  nenek  moyang,” kata Victor. (*)

        

 
 
 

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer