Kanal

Ini Penjelasan Wakil Ketua DPRD Manggarai Terkait Kericuhan Saat Sidang

Suasana sidang di DPRD Manggarai saat pembahasan KUA PPAS yang berlangsung di gedung DPRD Manggarai, Rabu (5/9/2018) pagi. - POS-KUPANG.COM/Aris Ninu

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Kericuhan di ruangan sidang DPRD Manggarai membuat Wakil Ketua DPRD Manggarai, Paul Peos angkat bicara.

Ketika dihubungi POS-KUPANG.COM di Ruteng per telepon, Rabu (5/9/2018) sore, Paul menjelaskan, insiden di ruangan sidang sungguh disayangkan pimpinan Dewan.

Semua itu terjadi karena tidak saling menghargai saat orang lain memberikan penjelasan.

Baca: Atmosphere Club and Karaoke Hadirkan DJ International

"Saya yang memimpin sidang pagi itu, Rabu (5/9/2018). Setelah ada laporan dari tim anggaran ada dua anggota dewan yang mengajukan pertanyaan. Anggota dewan atas nama Simon Wajong dan Marsel Ahang. Pertanyaan yang diajukan Marsel langsung ditunjukkan kepada Bupati Manggarai. Namun ketika Bupati Manggarai sedang memberikan penjelasan Marsel langsung memotong pembicaraan bupati dan membanting meja. Karena itu, anggota dewan atas nama Mathias Masir tidak terima dan meminta Marsel mengikuti mekanisme sidang. Marsel tidak terima sehingga terjadi kericuhan antar Marsel dan Mathias. Saya selaku pimpinan sidang pun memerintahkan Pol PP mengeluarkan Marsel karena sudah ditegur berulang kali tidak mengubris peringatan dari pimpinan sidang. Harusnya dengar penjelasan dulu baru dikasih kesempatan menanggapi. Yang terjadi saat bupati sedang memberikan penjelasan Marsel langsung memotong sehingga anggota dewan atas nama Mathias tidak terima," ujar Paul.

Ia mengatakan, melihat sidang tidak nyaman dirinya melakukan skorsing sampai 30 menit baru sidang dilanjutkan kembali.

"Saya atas nama pimpinan dan dewan meminta maaf kepada pemerintah atas insiden yang seharusnya tidak terjadi. Saya juga sudah meminta Badan Kehormatan melakukan kajian atas insiden yang terjadi," papar Paul. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang

Aldi Novel Adilang Hanyut hingga ke Jepang: Saya Hanya Berdoa, dan Hiu Itu Pergi

Berita Populer