Kanal

Faktor Kunci Keberhasilan Gubernur Terpilih

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). - TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Oleh: Frans X. Skera
Warga Kota Kupang

POS-KUPANG.COM -- Peran vital pemimpin pemerintah dalam mensejahterakan rakyat dan memajukan negara atau daerah sudah terbukti sepanjang zaman.

Mereka yang berhasil pada umumnya memiliki `nilai-nilai lebih', dicintai dan dihormati karena prestasi dan keteladanannya serta mewariskan ide-ide inovatif dan kerja monumental. NTT baru saja mendapatkan pemimpin (2018-2023) yang terpilih secara demokratis.

Setiap pemimpin terpilih tentu mempunyai ambisi dan cita-cita untuk membuat yang terbaik bagi rakyat dan daerahnya. Melalui upaya perubahan (change) dan pertumbuhan (growth) yang terencana, transparan, akuntabel dan berkelanjutan, diharapkan cita-citanya bisa terwujud.

Namun, untuk meraih sukses dalam penyelenggaran pemerintah, tidak semudah dibayangkan. Kompleksnya urusan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik, kondisi sosial budaya, perkembangan informasi, teknologi, letak geografis, iklim serta lingkungan hidup di mana pemerintahan berlangsung sangat mempengaruhi upaya-upaya untuk mewujudkan kesuksesan.

NTT dan rakyatnya yang selama ini dikenal akrab dengan kemiskinan, keterbelakangan dan ketertinggalan, tentu merupakan tantangan yang jauh lebih besar dan berat.

Belum lagi warisan masalah seperti antara lain, keterlibatan sementara ASN dalam politik praktis yang menyebabkan pembusukan birokrasi (bureaucratic decay) dan `salah urus' yang mengakibatkan banyak anggaran tidak digunakan secara efisien dan efektif.

Melihat kondisi nyata NTT ini, diharapkan gubernur terpilih memiliki nilai lebih sehingga mampu berbuat lebih baik, lebih benar dan lebih bermutu. Berikut beberapa faktor penentu keberhasilan yang erat kaitannya dengan nilai tambah seorang pemimpin.

I. Kejujuran. Kejujuran adalah sumber kepercayaan (trust), kesetiaan (loyalty) dan keteladanan (model). Tanpa kepercayaan, kesetiaan dan keteladanan bagi bawahan dan rakyat, sehebat apapun pemimpinnya, sulit meraih capaian besar.

Dewasa ini kejujuran merupakan barang langka. Memang sulit mencari orang-orang jujur, tetapi bukan berarti tidak ada. Hanya pemimpin jujur yang mampu membuat NTT berubah dan bertumbuh secara signifikan karena tulus membuat kebijakan, jujur mengelola pembangunan dan pelayanan publik.

Halaman
1234
Editor: Putra
Sumber: Pos Kupang Cetak

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer